APBD Perubahan Dipangkas Rp 2,4 T, DKI Pastikan Tak Ganggu Program Prioritas

APBD Perubahan Dipangkas Rp 2,4 T, DKI Pastikan Tak Ganggu Program Prioritas
Gubernur DKI, Anies Baswedan. ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia )
Lenny Tristia Tambun / JAS Rabu, 14 Agustus 2019 | 17:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan DKI 2019 dipangkas sebesar Rp 2,4 triliun, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjamin tidak akan mengganggu program prioritas atau unggulan.

“Insyaallah tidak. Penurunan anggaran, insyaallah tidak (mengganggu). Ini lebih pada hitungan di atas kertas,” kata Anies Baswedan di DPRD DKI, Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Diterangkannya, pemangkasan anggaran perubahan sebesar Rp 2,4 triliun merupakan hitungan akuntasi karena asumsi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) 2019, awalnya sebesar Rp 12 triliun, ternyata setelah diaudit menjadi Rp 9,5 triliun.

Hal senada juga disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) DKI, Saefullah. Ditegaskannya, program-program prioritas atau unggulan Pemprov DKI tetap berjalan seperti biasa, meski ada pemangkasan anggaran dalam APBD Perubahan DKI 2019.

“Program-program masih jalan saja, semuanya. Saya rasa kenapa pemerintah provinsi, pemerintah kota dan kabupaten serta APBN ada perubahan anggaran, ya untuk menyesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah,” jelas Saefullah.

Bila memang uang tidak ada, lanjut Saefullah, tidak perlu dipaksakan bertahan dengan anggaran awal atau menaikkan anggaran. “Masa uangnya enggak ada, harus diadakan,” tukas Saefullah.

Sementara itu, Ketua DPRD DKI, Prasetio Edi Marsudi mengatakan pemangkasan anggaran dalam APBD Perubahan DKI 2019 masih baru usulan yang disepakati antara DPRD dengan Pemprov DKI. Nantinya, perubahan tersebut akan dibahas di lima komisi DPRD DKI.

“Ini kan baru kesepakatan di Badan Anggaran (Banggar) kecil. Nanti komisi-komisi melapor ke Banggar. Nanti realistisnya di Banggar Besar yang saya akan buka terbuka untuk umum. Nanti dibahas di Banggar besar, belum finishing,” jelas Prasetio Edi Marsudi.



Sumber: BeritaSatu.com