Kota Hujan Bogor Mulai Dilanda Kekeringan

Kota Hujan Bogor Mulai Dilanda Kekeringan
Warga di Kampung Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, mengantre air bersih. Dalam beberapa pekan, Kota Bogor mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. ( Foto: Dok BPBD Kota Bogor )
Vento Saudale / CAH Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:07 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor terus mendapatkan permintaan bantuan air bersih di beberapa wilayah Kota Bogor yang dilanda kekeringan. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun mengimbau masyarakat mulai melakukan penghematan air bersih.

Berdasarkan data sementara, kesulitan air bersih terjadi di Kampung Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara. Sebanyak 50 keluarga meminta bantuan air bersih kepada BPBD Kota Bogor. Kekeringan juga terjadi di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan. BPBD mencatat, kekeringan di Mulyaharja menyebabkan kurang lebih 235 keluarga terdampak. Kekeringan terjadi akibat hujan yang tak kunjung turun.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bogor, Budi Hendrawan mengatakan, bantuan air bersih terus disalurkan di wilayah yang membutuhkan. Di Kecamatan Bogor Selatan, ada 7.500 liter air yang didistribusikan dengan perincian 2.500 liter air untuk 260 keluarga, dan 5.000 liter untuk 235 keluarga.

“Kami siap siaga menerima laporan kekeringan. Kalau memang ada yang laporan kekeringan, kami sarankan untuk ke pemerintah setempat dulu, ke kelurahan, nanti dari kelurahan menghubungi BPBD, selanjutnya kami ambil air ke PDAM,” papar Budi, Kamis (15/8/2019).

Menurut Budi, sejauh ini BPBD Kota Bogor baru menerima laporan kekeringan di dua kecamatan. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, permintaan air bersih memang meningkat. Sementara kendala yang dihadapi BPBD adalah keterbatasan kendaraan, yang mana BPBD hanya memiliki satu truk tangki pengisian air. Itu sebabnya distribusi air dilakukan secara bertahap.

“Minggu-minggu ini lumayan meningkat, distribusi air pun kami lakukan tiap hari. Titik krisis air juga baru didapatkan sekarang ini saja, di 2016-2017 belum ada pendistribusian air, di 2018 juga hanya di Bojongkerta, sekitar 3.000 liter air saja,” ucap Budi.

Meskipun sudah menerima laporan kekeringan, Pemerintah Kota Bogor juga belum menetapkan darurat kekeringan karena masih dapat diantisipasi. BPBD Kota Bogor, lanjut Budi, masih mengacu pada data yang dikeluarkan BMKG. Berdasarkan informasi, Kota Bogor masuk pada kategori non zona, karena sewaktu-waktu bisa saja turun hujan.

“Tetapi tetap harus waspada, BMKG tetap mengimbau agar irit menggunakan air bersih karena kemarau panjang diprediksi terjadi hingga September,” kata Budi.



Sumber: BeritaSatu.com