Kekeringan, Pemkot Bogor Gelar Salat Istisqa

Kekeringan, Pemkot Bogor Gelar Salat Istisqa
Warga di Kampung Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara, mengantre air bersih. Dalam beberapa pekan, Kota Bogor mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih. ( Foto: Dok: BPBD Bogor )
Vento Saudale / CAH Kamis, 15 Agustus 2019 | 10:45 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor Bima Arya mengaku sudah menerima laporan kekeringan di sejumlah titik di Kota Bogor. Selain mengirimkan bantuan air melalui PDAM, Pemerintah Kota Bogor juga berencana menggelar salat istisqa, atau salat meminta hujan.

“Saya sudah koordinasikan dengan PDAM untuk memasok air di daerah kekeringan. Ada juga usulan dari warga dan MUI, kalau belum turun-turun juga hujannya kita akan salat Istisqa, ikhtiar di dunia sudah, tinggal ikhtiar rohani, nanti akan diatur,” ucap Bima, Kamis (15/8/2019).

Menurut Bima, sejauh ini laporan kekeringan di wilayah Kota Bogor relatif masih sedikit, kurang dari 10 titik. Bima juga sudah mengatur kebijakan pengendalian penggunaan air di bawah tanah. Sehingga ke depan, masyarakat terutama perusahaan, hotel, dan industri tidak diperbolehkan menggunakan air bawah tanah, dan diarahkan mengakses fasilitas air dari PDAM.

“Ini sudah dilakukan dalam bentuk Perwali,” ucap Bima.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor terus mendapatkan permintaan bantuan air bersih di beberapa wilayah Kota Bogor yang dilanda kekeringan.

Berdasarkan data sementara, kesulitan air bersih terjadi di Kampung Tarikolot, Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara. Sebanyak 50 keluarga meminta bantuan air bersih kepada BPBD Kota Bogor. Kekeringan juga terjadi di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan.

BPBD mencatat, kekeringan di Mulyaharja menyebabkan kurang lebih 235 keluarga terdampak. Kekeringan terjadi akibat hujan yang tak kunjung turun. BPBD Kota Bogor baru menerima laporan kekeringan di dua kecamatan. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, permintaan air bersih memang meningkat.

“Minggu-minggu ini lumayan meningkat, distribusi air pun kami lakukan tiap hari. Titik krisis air juga baru didapatkan sekarang ini saja, di 2016-2017 belum ada pendistribusian air, di 2018 juga hanya di Bojongkerta, sekitar 3.000 liter air saja,” ucap Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bogor, Budi Hendrawan.



Sumber: BeritaSatu.com