Revitalisasi Trotoar Cikini Ancam Bangunan Bersejarah

Revitalisasi Trotoar Cikini Ancam Bangunan Bersejarah
Kondisi trotoar di depan Kantor Pos Cikini di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/8)/2019). ( Foto: Antara / Yogi Rachman )
/ YUD Kamis, 15 Agustus 2019 | 16:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Forum Trotoar Cikini yang beranggotakan masyarakat pemilik gedung dan restoran di sepanjang trotoar Jalan Cikini Raya mendesak agar proses revitalisasi trotoar di kawasan Cikini dievaluasi karena dikhawatirkan mengancam keberadaan bangunan bersejarah di kawasan tersebut.

Ketua Advokasi Forum Trotoar Cikini, Lin Che Wei, mencontohkan revitalisasi trotoar di depan Kantor Pos Cikini yang sudah hampir rampung pengerjaannya dinilai berisiko merusak bangunan bersejarah tersebut karena trotoar dibuat lebih tinggi daripada lantai asli bangunannya.

"Kontraktor ini enggak peduli pokoknya ditinggikan nanti tinggal dikasih ram (bidang miring). Sebab kalau dibiarkan lebih tinggi, nanti pipa pembuangan juga lebih tinggi sehingga air buangan got naik dan itu merusak struktur asli bangunan," kata dia di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Selain itu, pelebaran trotoar di depan Kantor Pos Cikini juga berpotensi mematikan usaha pelayanan terhadap publik yang ingin menggunakan jasa pos karena tidak adanya ruang drop off untuk pengiriman barang.

"Bikin jalur biar nyaman. Tolong difasilitasi minimum ketika mendesain itu dipikir kalau di sini ada kantor pos," ujarnya.

Dia juga menyayangkan tidak adanya sosialisasi dan komunikasi yang melibatkan para pemilik bangunan dan restoran sebelum pengerjaan revitalisasi trotoar Cikini.

"Dalam proses desain sosialisasi tidak dilakukan dengan benar, tidak diajak ngomong. Mereka bilang sudah ajak bicara warga tapi warga yang mana," tegasnya.

Lin Che Wei pun mengatakan bahwa pihaknya mendesak agar Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan evaluasi terhadap kontraktor proyek revitalisasi trotoar Cikini dan desain trotoar baru yang dapat mengancam bangunan bersejarah yang telah ada sejak zaman kolonial Belanda tersebut.

"Pertama kali tuntutan yang jelas level trotoar itu tidak bisa lebih tinggi daripada bangunan, itu tidak bisa dinegosiasikan. Kami minta, ya harus dibongkar," imbuhnya.



Sumber: ANTARA