GKI Yasmin Sambut Baik Niat Pemkot Bogor

GKI Yasmin Sambut Baik Niat Pemkot Bogor
Jemaat HKBP Filadelfia Bekasi dan GKI Yasmin Bogor melaksanakan ibadah perayaan Natal 2015 bersama para sahabat dan pendamping lintas iman, di depan Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (25/12). ( Foto: suara pembaruan / SP/Joanito De Saojoao )
Vento Saudale / BW Jumat, 16 Agustus 2019 | 14:44 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Gereja Kristen Indonesia (GKI) Yasmin menyambut baik niat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menyelesaikan kisruh rumah ibadah di Jalan Abdullah bin Nuh itu.

Juru bicara GKI Yasmin, Bona Sigalingging menyambut baik keinginan tersebut. Ia melihat pemerintah sudah menunjukkan konsistensi dan perhatiannya terhadap permasalahan GKI Yasmin.

“Kami di posisi menanti langkah Wali Kota Bogor Bima Arya selanjutnya. Kami apresiasi dia masih terus dorong juga kasus ini. Kami menyambut baik optimisme Pak Bima. Kami melihat Pak Bima cukup konsisten beri perhatian terhadap penyelesaian kasus ini dan kami berharap tahun ini kelar seperti yang disampaikan beliau," kata Bona, saat dihubungi Jumat (16/8/2019).

Ia berharap permasalahan GKI Yasmin segera selesai dengan cara yang baik tanpa mencari-cari kesalahan terdahulu. Hal itu demi menciptakan dan menjaga toleransi antarumat beragama di Kota Bogor.

"Kami sama-sama berharap kasus ini segera selesai dalam waktu tidak lama lagi, dengan cara yang baik, tanpa harus mencari kesalahan masa lalu tapi fokus pada masa depan yang kita harapkan akan lebih baik terkait toleransi di Bogor," ungkap Bona.

Terpisah, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor menyatakan dukungan atas sikap Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto yang akan menuntaskan kasus GKI Yasmin pada tahun ini.

"PCNU Kota Bogor mengapresiasi dan menyambut positif. Perlu ada langkah konkret untuk mencari solusi dan melibatkan seluruh pihak terkait guna menyelesaikan masalah dengan jalan terbaik," kata Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto.

Menurutnya, prinsip ahlussunah wal jama’ah yang dipegang NU, mengamalkan sikap tasamuh atau toleransi yang juga menjadi latar belakang pihaknya mendukung penuh penyelesaian kasus GKI Yasmin.

"Dukungan ini melalui sikap tawwasuth (berada di tengah), tawazun (menjaga keseimbangan) dan i’tidal (tegak lurus) dalam ikut serta membangun Kota Bogor yang damai dan toleran," ujarnya.

Seperti diketahui, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto optimistis kasus Gereja GKI Yasmin yang sudah bergulir sejak lama bisa tuntas tahun ini dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Perkara ini terus berlarut selama bertahun-tahun, seiring rencana Pemkot Bogor merelokasi gereja di area perumahan Taman Yasmin, mendapat penentangan. Pada periode pertamanya menjabat Wali Kota di 2014, Bima sempat menyegel Gereja.

Mahkamah Agung (MA) melalui putusan Nomor 127 PK/TUN/2009 pada 9 Desember 2010 menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Pemkot Bogor terkait pembekuan IMB GKI Yasmin.

Namun, Pemkot Bogor dalam kepemimpinan Diani Budiarto kala itu justru menerbitkan Surat Keputusan Nomor 645.45-137 Tahun 2011 tentang Pencabutan IMB GKI Yasmin pada 11 Maret 2011. Diani tidak mau mematuhi putusan MA tersebut karena ada pemalsuan tanda tangan oleh ketua RT setempat, Munir Karta, dalam proses penerbitan IMB.

Dia ngotot mencabut IMB GKI Yasmin. Ombudsman pun mengeluarkan rekomendasi bernomor 0011/REK/0259.2010/BS-15/VII/2011 pada 8 Juli 2011 soal pencabutan IMB GKI Yasmin.



Sumber: BeritaSatu.com