Jakpro Usul PMD Rp 305 Miliar untuk Formula E

Jakpro Usul PMD Rp 305 Miliar untuk Formula E
Formula E ( Foto: Bosch )
Lenny Tristia Tambun / WBP Minggu, 18 Agustus 2019 | 09:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Setelah ditunjuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai penyelenggara Formula E, maka PT Jakarta Propertindo (Jakpro) mengajukan usulan penyertaan modal daerah (PMD) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2020 sebesar Rp 305 miliar.

Anggaran tersebut akan digunakan untuk pre-feasibility study (FS) dan research and development (R&D) sebesar Rp 5 miliar. Selain itu, biaya civil works dan perbaikan jalan Rp 112 milliar. Adapun untuk dinding dan pagar membutuhkan Rp 48 miliar. Kemudian biaya pembuatan trek dan jalur balap Rp 67,2 miliar. Selanjutnya untuk biaya layanan umum, seperti keamanan, kebersihan, pengelolaan sampah, toilet, manajemen lalu lintas, dan layanan parkir itu Rp 10 miliar. Untuk tim honor tim pelaksana lokal dibutuhkan Rp 25 miliar. Nantinya, honor itu diperuntukkan selama 12 bulan dengan 50 orang. Biaya safety dan race material Rp 32 miliar. Sedangkan biaya tidak terduga dianggarkan Rp 25 miliar.

Direktur Utama PT Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto mengatakan di Jakarta belum ada infrastruktur yang mendukung penyelenggaraan Formula E. Karena itu, harus disiapkan infrastruktur lintasan. “Nah untuk pembangunan infrastruktur pendukung Formula E, kita ajukan PMD dalam anggaran tahun 2020. Kenapa kita ajukan sekarang, karena pergerakan persiapan Formula E butuh cepat. Juni sudah harus dilaksanakan,” kata Dwi Wahyu Daryoto, Minggu (18/8/2019).

Salah satu infrastruktur yang harus dibangun pengaspalan jalan yang menjadi lintasan Formula E. Pengaspalan diharapkan selesai Maret 2020, mengingat even ini dilaksanakan Juni 2020. “Aspal sudah harus siap 2 bulan sebelum event, supaya tidak terkelupas saat digunakan karena kecepatan mobil ini hampir 300 kilometer per jam,” ujar Dwi Wahyu Daryoto.

Meski siap menjadi penyelenggara Formula E, Dwi Wahyu Daryoto mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum bisa membuat desain detail infrastruktur dan sarana prasarana yang harus dibangun. Pihaknya masih menunggu Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menandatangani head of agreement penyelenggaraan Formula E dengan Federasi Otomotif Internasional (FIA).

“Nanti begitu Pak Anies melakukan tanda tangan head of agreement, dengan memegang izin penyelenggaraan Formula E Championship, baru mereka (FIA) bilang ini lho kami ingin bikin pagarnya seperti ini, kamu bikin pembatasnya seperti ini. Dari situ kita akan buat desail detail infrastrukturnya sesuai keinginan FIA,” terang Dwi Wahyu Daryoto.



Sumber: BeritaSatu.com