Bertemu Tokoh Papua, Kapolda Metro Janjikan Keamanan

Bertemu Tokoh Papua, Kapolda Metro Janjikan Keamanan
Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margono ( Foto: Beritasatu TV )
Bayu Marhaenjati / HA Selasa, 20 Agustus 2019 | 04:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepolisian RI dan Tentara Nasional Indonesia siap menjamin keamanan masyarakat Papua dalam menjalankan aktivitas di Ibu Kota Jakarta. Semua pihak diminta menjaga situasi tetap sejuk, aman, dan kondusif karena Indonesia merupakan rumah keberagaman, rumah bagi semua agama, suku, ras, budaya, serta bahasa.

Hal itu, disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Purnomo setelah melakukan pertemuan dengan tokoh dan masyarakat Papua di Jakarta, terkait adanya kerusuhan yang terjadi di beberapa tempat.

"Pertama kami ingin memberikan rasa aman, dan memberikan informasi yang benar terkait peristiwa yang terjadi agar tidak berkembang di wilayah DKI Jakarta atau Jabodetabek. Pada kesempatan ini kami menyampakan yang pertama bahwa bangsa Indonesia ini adalah bangsa yang beradab. Indonesia itu adalah rumah keberagaman, rumah kita bersama yang terdiri dari berbagai agama, berbagai suku bangsa, berbagai ras, budaya, bahasa, dan lain sebagainya," ujar Gatot, Senin (19/8/2019) malam.

Dikatakan Gatot, Indonesia tidak membeda-bedakan aeseorang dari agama atau golongannya.

"Kita satu yaitu bangsa Indonesia," ungkap Gatot.

Menurut Gatot, dalam pertemuan dengan tokoh dan masyarakat Papua, juga dibahas bagaimana mewujudkan situasi aman dan kondusif di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Kami juga sampaikan kepada saudara-saudara kita masyarakat dan tokoh Papua yang ada di wilayah DKI Jakarta atau Jabodetabek untuk melakukan aktivitas dan kegiatannya. Polda Metro Jaya bersama-sama teman-teman TNI akan menjamin keamanan untuk beraktivitas apakah itu berpergian ke kantor atau kegiatan ke sekolah atau pun kegiatan lainnya," kata Gatot.

"Kita juga sepakat akan menjadi cooling system mendinginkan situasi, baik itu di wilayah DKI Jakarta atau mungkin juga saudara yang tinggal di Yogya, Surabaya dan kota lainnya, akan menjadi cooling system, menciptakan situasi yang aman, situasi, damai, dan sejuk. Kita ingin Indonesia ke depan menjadi Indonesia yang toleran, Indonesia yang damai dan Indonesia yang maju," tandasnya.

Sementara itu, perwakilan tokoh Papua Febiolla Iriani mengatakan masyarakat Papua meminta jaminan perlindungan keamanan masyarakat Papua di Jabodetabek. Kemudian, meminta adanya penegakan hukum terhadap pemicu terjadinya persoalan di Malang dan Surabaya.

"Ketiga, tindakan tegas kepada kelompok-kelompok yang memicu konflik. Keempat, dibentuknya komunikasi dalam permasalahan sosial yang saat ini sedang bergejolak untuk mengantisipasi munculnya kejadian berikutnya," katanya.

Febiolla juga menyerukan dihentikannya rasisme dalam bentuk apa pun. Kemudian, meminta kepada aparat di lokasi konflik agar bisa cepat bertindak untuk meredam ketegangan.

"Keamanan kebijakan TNI-Polri terhadap masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Papua, dan masyarakat Papua lainnya bersebelahan agar semua bisa netral dan menegakkan hukum yang adil," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com