Siswi SMK Jadi Korban Persekusi di Kota Bekasi

Siswi SMK Jadi Korban Persekusi di Kota Bekasi
Ilustrasi Persekusi ( Foto: Istimewa )
Mikael Niman / WBP Kamis, 22 Agustus 2019 | 09:59 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - GL (16) siswi SMK swasta di Kota Bekasi menjadi korban persekusi oleh rekannya. Atas kejadian ini, orangtua korban melaporkan ke Mapolrestro Bekasi Kota, Rabu (21/8/2019).

"Anak kami hingga saat ini masih trauma," ujar orangtua korban, Ali Sadikin (44) usai membuat laporan ke Mapolrestro Bekasi Kota.

Ali menceritakan, awal mula anaknya mendapatkan perlakukan kekerasan fisik oleh teman sekolahnya terjadi pada Rabu (14/8/2019) lalu. Saat itu, korban tidak menceritakan kepada orangtuanya. Kekerasan mulai terkuak saat korban enggan masuk ke sekolah dan hanya mengurung diri di kamar. Bahkan, Ali baru mengetahui kejadian tersebut setelah video anaknya viral di media sosial. "Saya baru mengetahui perlakuan kasar terhadap anak saya dari video yang sudah viral," tutur Ali.

Ali yang tinggal di Kampung Penggilingan Baru RT 01/RW 04, Kelurahan Harapanbaru, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, mencoba menggali informasi terkait persoalan tersebut.

Berdasarkan cerita GL, kata Ali, kasus persekusi bermula saat korban dan rekan sekolahnya bermain di sekitar sekolah, di Jalan Irigasi Baru II, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur. Di situ, korban telah ditunggu tiga rekan yang semua wanita.
GL langsung dicekik dan ditarik kerudungnya hingga terlepas. Tak hanya itu, GL ditendang di bagian dada dan ditampar pipinya dengan sandal. "Pelakunya tiga orang. Kakak kelas, alumni dan satu lagi teman di luar sekolah," kata Ali.

Atas peristiwa tersebut, Ali membuat laporan polisi ke Mapolrestro Bekasi Kota dengan nomor LP/1983/K/VIII/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota, pada Selasa (20/8/2019).

Sementara, pihak Polrestro Bekasi Kota membenarkan laporan tersebut dan masih mendalami kasus tersebut. "Kita masih mendalami kasus tersebut," ujar Kasubag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing.



Sumber: Suara Pembaruan