Mendagri Tak Dapat Berbuat Banyak Soal Pin Emas DPRD DKI

Mendagri Tak Dapat Berbuat Banyak Soal Pin Emas DPRD DKI
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Fana Suparman / WM Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:58 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo tak dapat berbuat banyak terkait pengadaan pin emas untuk seluruh anggota DPRD DKI periode 2019-2024 yang akan dilantik pada 26 Agustus mendatang.

Tjahjo mengaku tidak dapat melarang pemerintah daerah maupun DPRD untuk mengeluarkan kebijakan pengadaan pin emas. Hal ini lantaran Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tidak mengatur mengenai pengadaan pin emas bagi anggota DPRD.

"Enggak bisa melarang, enggak bisa masuk dalam ranah itu. Itu terserah daerah, enggak ada yang melarang," kata Tjahjo seusai rapat dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Kartasasmita terkait penguatan basis data bantuan sosial di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Menurut Tjahjo, pengadaan pin emas merupakan ‎kebijakan dari Sekretariat DPRD DKI yang telah disepakati Pemprov dan DPRD. Tidak semua daerah menerapkan kebijakan tersebut. Untuk itu, Tjahjo menyerahkan kebijakan tersebut ke masing-masing daerah. Meski demikian, Tjahjo mempersilakan masyarakat untuk menilai ada atau tidaknya manfaat dari pengadaan pin emas tersebut.

"Tidak semua daerah kan ber-pin emas, kan tidak. Masing-masing daerah punya kemampuan, ada kesepakatan, ada penganggaran, ya silakan. Soal itu bermanfaat atau tidak, ya silahkan masyarakat yang menilai," katanya.

Diketahui, Sekretariat DPRD DKI Jakarta menyiapkan pin emas untuk anggota DPRD DKI Jakarta periode 2019-2024 yang akan dilantik pada 26 Agustus mendatang. Sebanyak 106 anggota Dewan itu akan mendapatkan pin emas 24 karat seberat 5 gram dan 7 gram. Anggaran pengadaan pin emas itu sudah dialokasikan dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) DKI Jakarta 2019 dengan nilai anggaran Rp 1.332.351.130



Sumber: Suara Pembaruan