Purwarupa KMP Trans 1000 Dilepas dari Kali Adem

Purwarupa KMP Trans 1000 Dilepas dari Kali Adem
Kapal Motor Penumpang (KMP) Trans 1000 Meranti Express 33 melintas di perairan Teluk Jakarta, Kota Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Carlos Roy Fajarta / FER Minggu, 25 Agustus 2019 | 15:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Trans 1000 Jakarta menggelar pelepasan pelayaran purwarupa atau prototype Kapal Motor Penumpang (KMP) Trans 1000 dari Dermaga Kali Adem, Jakarta Utara, Sabtu (24/8/2019).

Kapal berlabel Trans 1000 Jakarta dengan nama Meranti Express bernomor lambung 33 dengan model modern dan warna dasar putih itu berangkat dari Kali Adem menuju Pulau Lancang - Untung Jawa - Payung - Pari - Tidung - Pramuka - Panggang - Harapan - sampai ke Pulau Sebira.

KMP Trans 1000

Dalam berlayar, KMP Trans 1000 mengutamakan keselamatan penumpang dengan mewajibkan setiap penumpang menggunakan pelampung atau life jacket serta memastikan jumlah penumpang tidak melebihi kapasitas kapal yakni sebanyak 200 orang.

Kapal ini dilengkapi empat unit pendingin udara serta di tiap sisi kapal juga terdapat akses keluar masuk yang mudah dijangkau, geladak kapal cukup luas untuk ditempati.

Direktur PT Trans 1000 Jakarta, Nana Suryana menjelaskan, purwarupa ini merupakan satu dari empat kapal yang sudah selesai diproduksi dan kapal ini baru bisa dioperasikan pada 1 September 2019 setelah proses perizinan rampung.

"Saat ini kami masih menunggu dikeluarkannya izin trayek dan rute dari Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta," ujar Nana di Dermaga Kaliadem, Sabtu (24/8/2019).

Skema produksi KMP Trans 1000 meliputi peremajaan kapal-kapal tradisional, serta pengalihfungsian kapal yang juga direncanakan untuk kapal angkutan barang. Kapal yang telah diremajakan nantinya akan difungsikan sebagai kapal feeder, atau kapal antar pulau, dari satu pulau ke pulau lain di Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Utara.

Hingga kini dari 33 kapal tradisional, 29 di antaranya sudah disepakati akan diremajakan. Seluruhnya akan diremajakan seiring waktu berjalan, dengan upaya PT Trans 1000 bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Kapal tradisional itu tidak akan sekaligus diremajakan. Sebab, kami bukan konglongmerat, kami dibantu bank DKI dan Pemprov DKI untuk membiayai seluruh projek peremajaan ini dengan mekanismenya kami yang mengelola. Kami bukan orang pemerintah, kami swasta," tambah Nana.

Asnawi (62), salah satu pemilik kapal yang sudah menyepakati MoU dengan Trans 1000 melihat kerja sama tersebut sebagai kemajuan, khususnya di dunia pelayaran Jakarta-Kepulauan Seribu.

"Peremajaan kapal yang sudah dilakukan Trans 1000 mengedepankan keselamatan pelayaran. Fasilitas kapal sudah lengkap, peralatan, perlengkapan dan manajemennya kita sudah lihat secara prosedur," kata Asnawi.



Sumber: Suara Pembaruan