Aplikasi 'Mountrash' Segera Diluncurkan, Gerakan Samtama Didukung Relawan

Aplikasi 'Mountrash' Segera Diluncurkan, Gerakan Samtama Didukung Relawan
Aplikasi Mountrash membangun kemitraan dengan para pihak untuk mengatasi sampah. ( Foto: Ist )
Heriyanto / HS Selasa, 27 Agustus 2019 | 17:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dukungan teknologi digital menjadi solusi yang efisien dan efektif dalam mengatasi persoalan sampah, khususnya plastik kemasan dan kertas. Untuk itu, salah satu aplikasi yang dikenal dengan Mountrash dan bisa diunduh dari Playstore akan segera diluncurkan.

Gideon W Ketaren selaku Chief Strategy Officer PT Mounthrash Avatar Indonesia (MAI) menjelaskan pemanfaatan teknologi dalam persoalan sampah sangat diperlukan. Hal itu semakin meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mengatasi sampah yang saat ini menjadi persoalan besar. Di sisi lain, semakin banyak yang terlibat melalui aplikasi Mountrash pun mendapatkan keuntungan ekonomis.

“Siapapun yang mempunyai aplikasi Mountrash bisa mengumpulkan sampah dan menjualnya kepada pengumpul atau pihak pengolah sampah lainnya. Harga pun lebih transparan sehingga semua pihak diuntungkan,” katanya di Jakarta, Selasa (27/7).

Dikatakan, aplikasi Mountrash yang akan diluncurkan secara terbatas (soft launching) di Jakarta pada Rabu (28/8) tersebut sudah dirancang secara sederhana. Hal itu agar masyarakat pada tingkat yang paling bawah pun mudah untuk mengoperasikannya.

Dia berharap, sampah yang menjadi momok sejumlah pemukiman atau kawasan perkotaan bisa diatasi dengan implementasi Mountrash. “Ini bisa dimanfaatkan secara perorangan maupun berkelompok di kawasan pemukiman,” tegasnya.

Seperti diketahui, DKI Jakarta menjadi salah satu kota metropolitan yang terus berusaha mengatasi persoalan sampah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta baru saja mencanangkan Gerakan Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama) untuk mengurangi dan mengolah sampah. Untuk tahap awal, Gerakan Samtama dimulai pada 22 rukun warga (RW) dengan fokus pada dua aktivitas yang melibatkan Laskar Samtama dan Kampung Samtama.

Sejak dicanangkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Sabtu (24/8), implementasi Gerakan Samtama akan diperluas hingga 2.927 RW se-DKI Jakarta. “Di Jakarta ada 2.927 RW, tapi yang berkumpul hari ini hanya 22 RW. Jumlahnya masih kecil, tapi jangan remehkan jumlah yang kecil. Jumlah yang berkumpul di sini adalah yang pertama untuk memulai gerakan baru mengelola sampah di Ibukota,” kata Anies Baswedan dalam pengarahannya kepada relawan Samtama.

Gerakan Samtama terbagi menjadi dua bagian, yaitu Laskar Samtama dan Kampung Samtama. Untuk Laskar Samtama telah diseleksi sebanyak 209 dari 429 orang yang mendaftar untuk menjadi relawan. Dari 209 orang itu terdiri dari 185 relawan umum dan 24 relawan dokumentasi. Relawan Laskar Samtama berasal dari beragam profesi, seperti ibu rumah tangga, mahasiswa, pegawai swasta, guru, seniman, bahkan ada ASN Pemprov DKI Jakarta.



Sumber: Suara Pembaruan