Pembangunan Jakarta International Stadium Serap 10.000 Tenaga Kerja

Pembangunan Jakarta International Stadium Serap 10.000 Tenaga Kerja
Penandatanganan kesepakatan pembangunan Jakarta International Stadium di Grand Mercure Kemayoran Jakarta Pusat oleh Jakpro dan konsorsium pada Rabu (28/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Carlos Roy Fajarta / FER Rabu, 28 Agustus 2019 | 17:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Dwi Wahyu Daryoto, mengatakan, pembangunan Jakarta International Stadium (JIS) akan menyerap sebanyak 7.000 hingga 10.000 tenaga kerja. Pembangunan JIS sendiri, akan dilaksanakan oleh Jakpro dengan menggandeng tiga perusahaan BUMN, PTPP, Wika Gedung, dan Jaya Konstruksi, yang telah memenangkan proses lelang.

"Multiplier efect dari pembangunan stadion yang dimulai Januari 2020 ini sangat besar. Proyek ini akan melibatkan 7.000 hingga 10.000 orang. Itu semua terbagi dalam 3 shift atau 24 jam," ujar Dwi Wahyu Daryoto, saat menandatangani kesepakatan keselamatan kerja di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (28/8/2019).

Dwi Wahyu menyebutkan, nantinya permukiman kumuh yang ada disekitar kawasan JIS akan diubah menjadi permukiman modern dengan konsep urban regeneration.

"Arahan dari Bapak Gubernur hari ini adalah agar Kampung Bayam masih tetap dipertahankan, sehingga mereka tetap dapat berkontribusi dalam melakukan pembangunan ataupun bekerja di sana. Namun tentunya permukiman mereka akan kita ubah menjadi lebih modern," ungkapnya.

Menurut Dwi Wahyu, pihaknya saat ini tengah melakukan pendekatan dengan masyarakat di Kampung Bayam. "Kita sudah bertemu dengan tokoh disana, sehingga mereka tetap safe. Mereka bisa menjadi perawat rumput, urban farming, security, dan berbagai macam pekerjaan yang dibutuhkan," tambahnya.

Untuk memenuhi standar FIFA, lanjut Dwi Wahyu, pihak Jakpro juga tengah melakukan penyusunan, berkomunikasi dengan lintas sektoral dengan Kementerian Perhubungan (Kemhub) terkait akses transportasi yang mengintegrasikan JIS dengan moda transportasi umum seperti LRT, MRT, KRL, dan Transjakarta.

"Kita tengah memperpanjang LRT tahap kedua dari Kelapa Gading ke Kemayoran Wisma Atlet dan dari Wisma Atlet ke Stadion sejauh 1,8 kilometer. Kawasan sekitar JIS akan menjadi SRO (Sarana Rekreasi Olahraga), mulai dari mixed use, entertainment, dan komersial untuk meng-cover biaya pengelolaan stadion," lanjut Dwi Wahyu.

Pembangunan JIS sendiri, tambah Dwi Wahyu, akan dibiayai PMD DKI Jakarta senilai Rp 4,083 triliun yang akan berjalan secara multi years.

Sementara itu, Direktur PT Wijaya Karya Bangunan Gedung, Nariman Prasetyo, menyebutkan, pengerjaan JIS akan berlangsung selama 26 bulan, dengan 12 bulan diantaranya merupakan masa kritis dalam pembangunan teknologi penutup otomatis atap stadion.

"Teknologi buka tutup atap stadionmenjadi masa paling kritis karena pengerjaan fast track atap selama 12 bulan atau hampir separuh dari pengerjaan keseluruhan stadion. Penutup stadion ini akan mirip dengan stadion klub Tottenham Hotspur di Inggris. Uniknya, di area tersebut akan dibuat jogging track," ungkap Nariman.

Nariman menambahkan, JIS memiliki kapasitas 82.000 penonton, dengan luas bangunan inti stadion kurang lebih 14 hektare dengan tinggi stadion mencapai 70 meter.

Projects Director Jakarta International Stadium, Iwan Takwin, menambahkan, keberpihakan Pemprov DKI Jakarta kepada masyarakat yang menggunakan transportasi ramah lingkungan seperti sepeda juga akan disediakan dengan parkir khusus sepeda.

"Untuk parkir kendaraan bermotor seperti mobil dan sepeda motor sejumlah kurang lebih 5.000 kendaraan yang hanya digunakan untuk VIP, official, internal, maintenance bukan untuk pengunjung. Kita juga utamakan area parkir sepeda dan ruangan komunitas pecinta lingkungan," tandas Iwan Takwin.

 




Sumber: Suara Pembaruan