Longsor Buat Jalan di Cibodas Ambrol

Longsor Buat Jalan di Cibodas Ambrol
Jalan Raya Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor yang ambrol karena longsor pada Rabu 28 Agustus 2019 sore. ( Foto: dok )
Vento Saudale / YUD Kamis, 29 Agustus 2019 | 13:31 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Hujan lebat pada Rabu (28/8/2019) petang yang mengguyur wilayah Bogor membuat ruas Jalan Raya Cibodas tepatnya di Kampung Tegal Gede, Desa Cibodas, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, longsor.

Menurut warga sekitar, Ade Nasir (24), mengatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi saat hujan lebat mengguyur wilayah Rumpin sekitar pukul 18.00 WIB.

"Kejadiannya kemarin sore, pas hujan besar," kata Ade, Kamis (29/8/2019).

Ade menambahkan, jalan tersebut sebelumnya memang sudah mengalami keretakan di bagian tengahnya sejak sebulan terakhir hingga akhirnya tergerus longsor dengan panjang kurang lebih 20 meter.

"Jalannya emang udah retak-retak, saya sering lewat situ kalau kerja. Mungkin karena hujan kemarin airnya masuk ke dalam jadinya longsor," ungkap Ade.

Sementara itu, Sekretaris Camat Rumpin, Kurnia membenarkan adanya longsor di wilayahnya. Saat ini, pihak kecamatan sudah berkoordinasi dengan BPBD dan Pemkab Bogor terkait peristiwa tersebut.

"Iya benar, kejadiannya sore kemarin. Kita sudah koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk penanganan longsor itu," ucap Kurnia.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, untuk sementara mobil dan kendaraan besar dari arah Cibodas menuju Rumpin atau sebaliknya tidak bisa melintas di lokasi.

"Mobil atau kendaraan besar dialihkan sementara ke Jalan Dukuh Malang-Cikadu. Kalau motor masih bisa melintas tetapi tetap berhati-hati," tandasnya.

Hujan deras juga menyebabkan tanah longsor di Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Tak ada korban jiwa akibat peristiwa ini, namun dua rumah mengalami kerusakan. “Tanah longsor terjadi dan merusak dua unit rumah di Desa Tajurhalang, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Jawa Barat,” kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo.

Tanah longsor terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Agus mengatakan ada tujuh orang dari dua keluarga yang terdampak longsor tersebut.

Sementara itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait fenomena hujan di Bogor yang terjadi dalam kondisi musim kemarau panjang.

"Fenomena ini karena ada faktor regional yang menyebabkan hujan. Biasanya adanya perlambatan angin di sekitar khatulistiwa yang menyebabkan arah atau belokan angin di sekitar Jawa Barat dan Banten," ujar Kepala Stasiun Meteorologi BMKG, Cisarua Bogor, Asep Firman Ilahi.

Ia membeberkan, hujan yang terjadi di sebagian wilayah Bogor kemarin pun bukan berarti tanda-tanda dari peralihan musim kemarau ke musim hujan. Ia memberikan indikator peralihan musim, yakni terjadinya hujan secara berturut-turut selama 10 hari atau 1 dasarian.

BMKG sendiri memprediksi musim hujan di wilayah Bogor baru akan terjadi pada akhir bulan September. Kemudian musim hujan secara menyeluruh ketika memasuki dasarian 1 bulan Oktober.



Sumber: BeritaSatu.com