Pemkab Bogor Sanksi Dua Pabrik Cemari Sungai Cileungsi
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Pemkab Bogor Sanksi Dua Pabrik Cemari Sungai Cileungsi

Jumat, 30 Agustus 2019 | 11:05 WIB
Oleh : Vento Saudale / CAH

Bogor, Beritasatu.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor melakukan tindakan tegas berupa penutupan permanen saluran pembuangan air limbah industri tanpa izin. Petugas menemukan dua pabrik melakukan pembuangan limbah sembarang.

Dua pabrik yakni PT MGP di Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapa Nunggal, Kabupaten Bogor, bergerak di bidang usaha pengolahan plastik dan PT. HTI, terletak Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, bidang usaha suku cadang logam.

Sekretaris DLH Kabupaten Bogor, Anwar Anggana yang melakukan sidak, Kamis (29/8/2019) kemarin menuturkan, sanksi dilakukan dengan penutupan permanen saluran limbah dua pabrik itu.

“Sebelumnya pada 1 Oktober 2018 kedua pabrik ini sudah disegel DLH Kabupaten Bogor. Namun hingga kini belum juga memenuhi kewajibannya dalam pengelolaan lingkungan hidup,” paparnya, Jumat (30/8/2019).

Selanjutnya kedua perusahaan itu akan diproses sesuai peraturan dan perundangan yang berlaku. Anwar pun memastikan, tindakan ini akan diikuti penindakan terhadap beberapa kegiatan industri lain sesuai jadwal yang sudah ditetapkan dan saat ini DLH sudah diperkuat Pejabat Pengawas Lingkungan Hidup (PPLH).

"Bila pabrik pencemar lingkungan ini masih membandel tentunya akan dijerat pasal 1 angka 14 Undang-Undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup dengan ancaman maksimal penjara 3 tahun dan denda Rp3 miliar, " jelasnya.

Sementara, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C) Puarman, yang ikut hadir dalam sidak tersebut memberikan apresiasi atas sikap tegas DLH Kabupaten Bogor.

"Kami dukung tindakan tegas DLH. Ia pun berharap agar tindakan dan pemberian sanksi terus diberikan kepada perusahaan-perusahaan yang diduga masih melakukan pencemaran Sungai Cileungsi" tandasnya.

Sebelumnya, Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya masih menemukan banyak ikan sapu-sapu yang mati akibat keberadaan air di Sungai Cileungsi tercemar limbah perusahaan. Bahkan warna air berubah menjadi hitam pekat akibat pencemaran tersebut.

"Dampak pencemaran sungai, biasanya lebih terasa di musim kemarau, dan karena itu kami melakukan sidak pada hari Selasa kemarin,” kata Kepala Ombudsman Jakarta Teguh Nugroho.

Dia mengatakan, sidak tersebut merupakan tindak lanjut atas tindakan korektif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor terhadap LAHP yang diberikan pihak ombudsman pada akhir tahun 2018.

Dalam observasi itu Ombudsman menyisir beberapa titik yang ditenggarai sebagai awal mula terjadinya pencemaran, yaitu di jembatan Wika, Jembatan Narogong di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi, serta Jembatan Pocong.

Di titik tersebutlah, ratusan ikan sapu-sapu terkapar, padahal biasanya tahan terhadap polutan dari pada limbah. Ini menunjukkan, pencemaran di Sungai Cileungsi yang berasal dari limbah kimia pabrik di sekitar wilayah tersebut sudah terlalu berat.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Polisi Tilang 5.376 Pelanggar di Hari Pertama Operasi Patuh Jaya

Kendaraan yang melakukan pelanggaran pada hari pertama antara lain, sepeda motor sebanyak 3.889 unit, mobil 1.189 unit, bus 58 unit, dan mobil barang 230 unit.

MEGAPOLITAN | 30 Agustus 2019

Ayah Tiri Banting Bayi 15 Bulan di Bekasi, Dikenal Temperamental

Tak jarang, Supriadi menyaksikan Roni bertengkar dengan pelanggannya, di warung es kelapa.

MEGAPOLITAN | 29 Agustus 2019

Pembunuhan di Kedoya, Pelaku Ternyata Suami Korban

"Motifnya ada beberapa. Salah satu motifnya, suaminya kesal istrinya memblokir suami di Facebook," ungkap AKP Erick Sitepu.

MEGAPOLITAN | 29 Agustus 2019

Kapolda Perintahkan Sikat Habis Penyelundupan Ponsel Ilegal

Gatot memerintahkan kepada jajarannya agar memberantas kegiatan penyeludupan ponsel karena sangat merugikan negara.

MEGAPOLITAN | 29 Agustus 2019

PSI: Jika Tak Sesuai Kriteria, PSI Bakal Walk Out Saat Pemilihan Wagub DKI Jakarta

PSI bakal melakukan walk out pada saat pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta jika nama yang diusulkan partai pengusung tidak sesuai kriteria PSI

MEGAPOLITAN | 29 Agustus 2019

Jadi Calon Ketua DPRD DKI, Ida Mahmudah: Saya Siap

Menurut Ida Mahmudah, seluruh anggota fraksi PDIP DPRD DKI adalah petarung.

MEGAPOLITAN | 29 Agustus 2019

Lansia Ditemukan Tewas Terbakar di Dalam Mobil

Tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban tetapi terdapat luka bakar di tubuh bagian depan dan jok mobil.

MEGAPOLITAN | 29 Agustus 2019

Pekan Panutan PBB P2 Jaktim Targetkan Rp 200 Miliar

BPRD DKI bekerja sama dengan 13 bank, perusahaan retail dan startup sebagai kanal pembayaran pajak.

MEGAPOLITAN | 29 Agustus 2019

Pimpinan DPRD DKI Periode 2014-2019 Telah Kembalikan Kendaraan Dinas

Sebelum pelantikan anggota baru, semua pimpinan dewan sudah mengembalikan mobil dinas.

MEGAPOLITAN | 29 Agustus 2019

Alasan Penyegaran, Anies Ganti Dirut PD Dharma Jaya

Posisi Johan Romadhon digantikan oleh Raditya Endra Budiman.

MEGAPOLITAN | 29 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS