Colas Rail Siapkan Kajian Moda Transportasi Trem Kota Bogor

Colas Rail Siapkan Kajian Moda Transportasi Trem Kota Bogor
Ilustrasi trem. ( Foto: bclcomau / bclcomau )
Vento Saudale / FER Jumat, 6 September 2019 | 16:40 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Pemerintah Kota (Pemkot) sepakat menggunakan jasa perusahaan asal Perancis, Colas Rail, untuk melakukan kajian dan studi kelayakan pengadaan moda transportasi massal berupa trem di Kota Bogor. Kajian ini membutuhkan waktu selama sembilan bulan.

Kepala Manager Colas Rail Perwakilan Asia-Pasifik, Jerome Bellemin mengatakan, proyek pembangunan trem di Kota Bogor menjadi yang pertama bagi pihaknya di Indonesia.

"Tapi, bukan yang pertama untuk proyek transportasi perkeretaapian di Indonesia, karena kami juga terlibat dalam pembangunan kereta ringan atau LRT di Jabodetabek," kata Jerome Bellemin saat ditemui usai penandatanganan Kajian Pembangunan Trem Kota Bogor di Balaikota, Jumat (6/8/2019).

Menurut Jerome, moda transportasi trem merupakan solusi yang efisien untuk mengatasi kemacetan di wilayah perkotaan, termasuk di Kota Bogor. "Trem akan menjadi solusi yang tepat sebagai transportasi massal," paparnya.

Saat ini, kata Jerome, tim teknisi dari Colas Group sudah berada di Indonesia untuk melanjutkan studi kelayakan. "Kota Bogor tertarik untuk membangun transportasi massal, sehingga kami tertarik untuk melakukan kajian. Kami udah bekerja di Indonesia dan sekarang kita punya teknisi di Indonesia untuk meneruskan proyek ini," tambahnya.

Jerome menjelaskan, banyak aspek yang akan di lihat selama proses kajian berlangsung, salah satunya kekuatan jalan dalam mendukung mode transportasi ini. Timnya juga tetap akan melihat perioritas yang di butuhkan oleh pemerintah dan juga masyarakat. "Sebetulnya banyak aspek lain yang tidak bisa kita bicarakan satu-satu," tandas Jerome Bellemin.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan, kajian ini merupakan tindak lanjut dari pada rencana pembangunan trem di kotanya. Dalam kajian ini akan di lihat banyak aspek, mulai dari kapasitas jalan, daya angkut, lebar rel, panjang rel dan pembiayaan yang di butuhkan.

"Kajian ini nanti hasilnya menentukan langkah-langkah pembangunan trem terkait jalur, kelayakan jalan dan lain-lain," ungkap Bima Arya.



Sumber: BeritaSatu.com