Pemakaman BJ Habibie

Arus Lalin Kalibata Dialihkan, Jalan Lingkungan Macet Parah

Arus Lalin Kalibata Dialihkan, Jalan Lingkungan Macet Parah
Salah satu Mikrolet M-16 jurusan Kampung Melayu-Pasar Minggu, parkir di jalan samping Apartemen Kalibata City karena menunggu polisi membuka arus lalu lintas di Jalan Raya Kalibata, yang ditutup untuk acara pemakaman almarhum Presiden Ke-2 RI, BJ Habibie, di Taman Makan Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9/2019). ( Foto: BeritaSatu Photo / Jeany Aipassa )
Jeanny Aipassa / YUD Kamis, 12 September 2019 | 17:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Arus lalu lintas di sepanjang Jalan Raya Kalibata yang dialihkan terkait acara pemakaman almarhum Presiden RI ke-3, BJ Habibie, membuat jalan lingkungan di kelurahan Rawa Jati macet parah, Kamis (12/9/2019).

Sejak pukul 11.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB, polisi mengalihkan arus lalu lintas dan menerapkan buka-tutup di sepanjang Jalan Raya Kalibata, untuk kelancaran acara pemakaman almarhum Habibie di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.

Hal itu, menyebabkan pengendara yang hendak menuju Pasar Minggu dari Kalibata atau sebaliknya, memilih melewati jalan kampung di sekitar kelurahan Rawa Jati, bagian samping dan belakang Apartemen Kalibata City.

Namun karena jumlah kendaraan baik roda dua dan roda empat sangat banyak, jalan kampung yang hanya bisa dilewati dua kendaraan pun mengalami kemacetan dari dua arah.

Kalibata

Polisi yang bertugas mengamankan arus lalu lintas di sekitar Jalan Rqya Kalibata akhirnya turun tangan mengatur arus lalu lintas, agar mengurai kemacetan dari dua arah. Sesekali, dilakukan buka tutup agar tidak terjadi penumpukan kendaraan.

Dari pantauan Beritasatu.com, hingga pukul 16.00 arus lalu lintas masih dialihkan dari sekitar kawasan TMP Kalibata, meskipun acara pemakaman almarhum Habibie telah selesai sekitar pukul 15.00. Hal itu dilakukan untuk melancarkan kendaraan para pejabat negara dan kerabat yang menghadiri pemakaman Habibie.

Akibatnya, banyak pengendara yang harus menunggu sampai Jalan Raya Kalibata kembali dibuka. Banyak pengendara kendaraan roda dua yang akhirnya memilih parkir di jalan samping Apartemen Kalibata City sambil menikmati jajanan kaki lima.

Seorang pengendara mobil, Wahyu (52), mengaku sudah menunggu sekitar satu jam karena polisi menahan kendaraan yang hendak menuju Jalan Raya Kalibata.

Hal senada juga disampaikan Tatang (48), pengendara angkutan M-16 jurusan Kampung Melayu-Pasar Minggu, yang melewati jalan kampung Rawa Jati untuk menuju Kampung Melayu. "Hampir 2 jam dari Pasar Minggu ke Kalibata," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan