Anies Heran BUMN Karya Rebutan Proyek JIS

Anies Heran BUMN Karya Rebutan Proyek JIS
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bersama jajaran pejabat dan pihak Jakarta Propertindo membuka tendangan pertama (kick off) pembangunan Jakarta International Stadium di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/3/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta )
Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 13 September 2019 | 14:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyatakan rasa heran melihat dua konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saling berebut proyek Jakarta International Stadium (JIS) di Taman BMW, Jakarta Utara.

Dua BUMN tersebut adalah konsorsium Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah dan konsorsium Wijaya Karya (Wika) Gedung-Jaya Konstruksi-PT Pembangunan Perumahan (PP).

Konsorsium Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya memprotes hasil lelang proyek pembangunan Jakarta International Stadium di Taman BMW, Jakarta Utara.

Anies menegaskan keduanya merupakan perusahaan milik negara. Siapa pun yang menang lelang proyek JIS, Pemprov DKI tetap harus membayarkan biaya pembangunan kepada negara.

Wong yang mau bekerja dua-duanya adalah perusahaan milik negara. Dua-duanya milikn negara. Jadi kepada siapa pun Pemprov DKI membayarkan, itu dua-duanya masuk kepada negara RI,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (13/9/2019).

Sebelumnya, Anies juga mengaku heran dengan sikap perusahaan plat merah yang memperebutkan proyek itu. Seharusnya kedua perusahaan negara itu saling mendukung dalam pelaksanaan proyek pembangunan. Tidak malahan saling rebutan proyek.

"Saya kemarin mendengar ketika BUMN ada rebutan, saya heran, ini sama-sama perusahaan negara, sama-sama mau membangun kepentingan publik, maka siapa pun yang mendapatkan tugas sesungguhnya dua-duanya milik negara," ungkap Anies Baswedan.

Seperti diberitakan, konsorsium atau kerja sama operasi (KSO) Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya dan KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP sama-sama dinyatakan lulus secara teknis dalam lelang tersebut.

Penawaran harga KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya lebih murah dibandingkan KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP. KSO Adhi Karya-Hutama Karya-Nindya Karya-Indah Karya diketahui menawarkan harga Rp 3,78 triliun, sementara penawaran harga KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP sebesar Rp 4,08 triliun.

Namun, peserta yang dinyatakan sebagai pemenang justru KSO Wika Gedung-Jaya Konstruksi-PP yang menawarkan harga lebih mahal.



Sumber: BeritaSatu.com