Anies Tegaskan Pemotongan Kabel Bentuk Penegakan Aturan

Anies Tegaskan Pemotongan Kabel Bentuk Penegakan Aturan
Kondisi trotoar di depan Kantor Pos Cikini di Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/8)/2019). ( Foto: Antara / Yogi Rachman )
/ FER Sabtu, 14 September 2019 | 17:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menegaskan, pemotongan kabel dilakukan sebagai bentuk penegakan aturan.

"Kabel-kabel itu ketika dipasang harus ada izin. Jadi kalau kabel tak ada izinnya ya bermasalah. Maka itu kalau mau masang harus ada izin dan itu juga yang kami sampaikan kepada perusahaan-perusahaan yang menyediakan jaringan fiber optik," ujar Anies di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (14/9/2019).

Anies meminta perusahaan penyedia jasa jaringan telekomunikasi mematuhi aturan. Menurutnya, antara penyedia jasa harus punya izin, sedangkan Pemrov merupakan pihak yang menegakkan aturan yang memiliki kemampuan untuk memberikan regulasi yang harus diikuti.

"Jadi kalau ada customer yang protes karena jaringannya tidak berfungsi, protes ke penyedia jasa dalam menyediakan jasa harus ikutin aturan. Kalau dia tidak ikuti aturan, maka yang bermasalah penyedia jasanya bukan pemprov," imbuh Anies.

Anies mengimbau Ombudsman Jakarta Raya juga mengecek izin perusahaan yang kabel-kabelnya dipotong Dinas Bina Marga DKI Jakarta dalam rangka revitalisasi trotoar Jakarta. Ia memastikan pihaknya sudah bekerja sesuai dengan prosedur.

"Intinya ikuti aturan karena Pemprov DKI juga Dinas Bina Marga itu bekerja ikuti aturan," tandas Anies.



Sumber: ANTARA