Dishub: Kemacetan di Jalur Alternatif Ganjil Genap Tidak Parah

Dishub: Kemacetan di Jalur Alternatif Ganjil Genap Tidak Parah
Petugas kepolisian mengatur lalulintas saat hari pertama penindakan sistem ganjil-genap di kawasan Matraman, Jakarta, Senin (9/9/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Galih Pradipta )
Lenny Tristia Tambun / FMB Senin, 16 September 2019 | 15:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo menegaskan penerapan kebijakan perluasan pembatasan kendaraan bermotor melalui sistem nomor plat mobil ganjil genap (gage) memang berimbas pada kemacetan lalu lintas di jalan alternatif. Hanya saja, kemacetannya tidak terlalu parah.

“Jalur alternatif memang ada kemacetan lalu lintas. Tetapi kita tempatkan petugas untuk melakukan pengaturan lalu lintas, sehingga tidak terjadi blocking (hambatan) di setiap simpang jalan,” kata Syafrin Liputo di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Menurutnya, kemacetan lalu lintas yang terjadi di simpang jalan alternatif akibat penerapan perluasan gage tidak parah. Berdasarkan pengamatannya di lapangan, antrean kendaraan bermotor di jalur jalan alternatif terjadi karena adanya lampu merah.

Ketika, lampu lalu lintas berubah menjadi hijau, antrean kendaraan bermotor dapat berjalan dengan lancar. Sehingga tidak mengakibatkan kemacetan yang signifikan.

“Saya kemarin melintas di kawasan Kota. Jadi ada jalan alternatif dari Stasiun Kota. Kalau lurus kan menuju Kali Besar, saya belok kiri. Saya monitor, begitu ada traffic light, terjadi kepadatan lalu lintas. Tetapi begitu lampu hijau, lalu lintasnya mengalir lancar. Tidak ada antrean di kaki persimpangan jalan,” terang Syafrin Liputo.

Kondisi menggambarkan, lanjut Syafrin Liputo, tidak terlalu banyak pengguna kendaraan bermotor pribadi yang menggunakan jalan alternatif. Mereka secara bertahap mulai beralih menggunakan angkutan umum.

“Bertahap lah. Tetapi kita harapkan, semuanya beralih ke angkutan umum. Memang secara umum kita belum mengukur penurunan volume di seluruh ruas jalan Jakarta, karena ini butuh survei yang cukup besar. Meski begitu, kita lihat, begitu lampu hijau tidak ada antrean di persimpangan jalan. Jadi tidak ada peningkatan kemacetan di jalan alternatif,” jelas Syafrin Liputo.



Sumber: BeritaSatu.com