Anies Akan Terapkan Reward and Punishment untuk PKL di Trotoar

Anies Akan Terapkan Reward and Punishment untuk PKL di Trotoar
Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) menempati lokasi penampungan usaha kaki lima di Jalan Stiabudi Tengah, Jakarta, Jumat, 26 Oktober 2018. ( Foto: Suara Pembaruan / Ruth Semiono )
Lenny Tristia Tambun / FMB Senin, 16 September 2019 | 20:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Meski masih mendatangkan pro dan kontra, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan tampaknya tetap akan menerapkan revitalisasi trotoar dengan konsep trotoar multifungsi. Yakni, trotoar tidak hanya diperuntukkan bagi pedestrian, tetapi juga bagi pedagang kaki lima (PKL).

Anies Baswedan menegaskan dalam membuat sebuah aturan, Pemprov DKI selalu membuatnya dengan asumsi ada yang menaati dan tidak menaati aturan. Karena itu, ia menyadari dalam penerapan aturan trotoar multifungsi, diprediksikan akan terjadi kedua hal tersebut.

“Begini, kalau kita membuat sebuah aturan, selalu dengan asumsi akan ada yang menaati dan tidak menaati. Jadi itu selalu ada,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Senin (16/9/2019).

Untuk itu, bagi individu yang berpotensi tidak menaati aturan yang telah ditetapkan selalu disiapkan penegakan aturannya berupa sanksi. 

“Penegakan aturan dalam bentuk reward dan punishment. Itu prinsip. Jadi nanti dalam aturannya pasti diatur begitu. Supaya ada reward dan ada punishment,” ujar Anies Baswedan.

Saat ini, Pemprov DKI sedang menyusun roadmap (peta) lokasi trotoar yang dapat menyediakan ruang bagi PKL untuk berdagang. Karena setiap trotoar memiliki luas yang berbeda-beda maka pengaturan PKL pun berbeda.

“Kalau bayangan kita, trotoar itu beda-beda. Ada yang ketika dengar trotoar, bayangkannya Cikini, ada yang bayangkannya Thamrin. Ada yang ketika dengan bayangkannya yang dekat kampungnya yang tidak ada tempat (untuk PKL). Jadi trotoar itu beda-beda, pemanfaatannya pun beda-beda. Nanti kalau sudah lengkap saja saya beritahukan,” jelas Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com