Laporkan Pendiri Kaskus, Titi Siap Tunjukkan Bukti Sertifikat Tanah

Laporkan Pendiri Kaskus, Titi Siap Tunjukkan Bukti Sertifikat Tanah
Titi Sumawijaya Empel (kiri) dan kuasa hukumnya Jack Lapian, di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Jakarta, 16 Sept. 2019 ( Foto: Beritasatu / Bayu Marhaenjati )
Bayu Marhaenjati / HA Senin, 16 September 2019 | 23:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Titi Sumawijaya Empel rampung menjalani pemeriksaan terkait laporannya tentang kasus pemalsuan, penipuan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang diduga dilakukan pendiri Kaskus, Andrew Darwis, di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/9/2019). Penyidik memberikan 13 pertanyaan kepadanya padanya saat pemeriksaan.

"Kurang lebih ada 13 pertanyaan, dan besok akan dilanjutkan pemeriksaannya. Pertanyaannya tentang kronologi awal pinjam meminjam itu seperti apa, bukti-bukti yang diserahkan tadi apa saja," ujar Titi.

Titi menyampaikan, pada pemeriksaan besok, pihaknya akan membawa bukti tambahan berupa dokumen dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) kalau sertifikatnya sudah berganti nama Andrew Darwis.

"Ada tambahan bukti yang dari BPN yang sudah nama Andrew Darwis. Kita pertama kali tahu itu (sertifikat) sudah balik nama dari BPN," ungkapnya.

Kuasa hukum Titi, Jack Lapian, mengatakan kliennya ditanyakan seputar kronologi dan ke arah dugaan pencucian uang.

"Jadi ini hanya 13 pertanyaan saja, karena kalau dilanjut terus bisa sampai (larut) malam. Jadi besok jam 11.00, biar nanti sampai malam. Perlu pendalaman oleh penyidik," katanya.

Titi melaporkan Andrew dengan nomor laporan polisi: LP/2959/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimsus Polda Metro Jaya, tertanggal 13 Mei 2019 lalu, terkait kasus dugaan pemalsuan, penipuan dan tindak pidana pencucian uang, seperti yang diatur dalam Pasal 263 ayat 2 KUHP, dan atau Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 3, 4, 5 UU RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang TPPU.

Laporan ini bermula dari proses pinjam meminjam dengan jaminan sertifikat gedung milik Titi, pada November 2018 lalu. Awalnya Titi meminjam uang senilai Rp 15 miliar, namun yang terealisasi hanya Rp 5 miliar.

Pada perjalanan waktu, sertifikat gedung milik Titi, di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, ternyata dibalik nama menjadi atas nama Susanto dan terakhir diubah lagi menjadi atas nama Andrew Darwis. Diduga, sertifikat pelapor saat ini diagunkan ke Bank UOB oleh terlapor.



Sumber: BeritaSatu.com