DKI Minta UNHCR Tegas ke Pengungsi Pencari Suaka

DKI Minta UNHCR Tegas ke Pengungsi Pencari Suaka
Sejumlah pengungsi pencari suaka kembali menempati trotoar di dekat kantor Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu 18 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / CAH Kamis, 19 September 2019 | 12:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Melihat masih ada pengungsi pencari suaka yang tidur di trotoar di sekitar Jalan Kebon Sirih Raya, Jakarta Pusat, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI meminta United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) melakukan tindakan tegas kepada mereka.

Demikian disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DKI Jakarta, Taufan Bakri kepada Beritasatu.com, Kamis (19/9/2019).

“Kemarin kita berunding dengan UNHCR. Membahas para pengungsi pencari suaka yang sudah diberikan bantuan untuk tempat tinggal, kenapa harus tidur lagi di trotoar. Mereka kan sudah diberikan bantuan tempat tinggal,” kata Taufan Bakri.

Karena itu, pihaknya meminta para pengungsi pencari suaka segera meninggalkan trotoar di Jalan Kebon Sirih Ray dengan sukarela. Karena mereka sudah mendapatkan dana bantuan untuk menyewa rumah sebagai tempat tinggal.

“Kami minta, mereka segera meninggalkan dengan sukarela di trotoar itu. Nah mereka kan sudah ada tanda bukti terima uang (bantuan). Apalagi yang menjadi alasan mereka. Kita sudah berbuat baik untuk mereka,” terang Taufan Bakri.

Pasalnya kejadian para pengungsi pencari suaka mengokupasi trotoar terus berulang, Taufan Bakri meminta UNHCR bertindak tegas. Yakni, bila mereka tidak mau taat pada aturan hukum yang telah ditetapkan UNHCR, maka Kartu Pengungsi UNHCR harus dicabut.

“Maka saya menekankan pada UNHCR. Bagi orang-orang yang tidak taat pada klausul hukum yang diterapkan UNHCR, cabut saja kartunya. Tidak usah diurus kembali. Dengan ancaman begitu mereka dengan sukarela meninggalkan trotoar,” papar Taufan Bakri.

Namun, karena mereka tidak punya uang, maka para pengungsi pencari suaka dikembalikan ke tempat penampungan sementara, gedung eks Kodim, Kalideres, Jakarta Barat. “Cuma, mereka enggak punya duit. Dengan begitu kita suruh balik deh, ke Kalideres lagi. Begitu, balik dulu ke Kalideres,” ungkap Taufan Bakri.



Sumber: BeritaSatu.com