DPRD dan Pemkot Bogor Beri Solusi untuk Korban Rel Ganda

DPRD dan Pemkot Bogor Beri Solusi untuk Korban Rel Ganda
Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Danubrata, berdialog dengan warga korban proyek rel ganda KA Bogor-Sukabumi di Kampung Parung Jambu, Kelurahan Empang, Bogor Selatan, Kamis (19/9). ( Foto: Ist )
Vento Saudale / HS Jumat, 20 September 2019 | 10:11 WIB

Bogor, Beritasatu.com – Setelah menerima pengaduan dari warga yang terkena dampak proyek rel ganda kerea api (KA) Bogor-Sukabumi di Kecamatan Bogor Selatan, pimpinan DPRD Kota Bogor pun langsung bergerak. Warga yang harus dipindahkan akan diupayakan tempat tinggal alternatif yang akan dikaji lebih lanjut bersama Pemkot Bogor.

Dadang Danubrata selaku Wakil Ketua DPRD Kota Bogor dari PDI Perjuangan (PDI-P) di Jakarta, Kamis (19/9) mengatakan siap mendampingi warga korban rel ganda tersebut sehingga mendapatkan tempat tinggal yang layak. Di sisi lain, proyek nasional jalur rel ganda KA Bogor-Sukabumi tetap dilanjutkan.

“Kami dari beberapa anggota DPRD sudah berdialog dengan sejumlah warga, diantaranya di Kampung Parung Jambu, dan diharapkan Pemkot Bogor tidak lepas tangan,” kata Dadang yang juga Ketua DPC PDI-P Kota Bogor ini.

Dadang menjelaskan dirinya sudah berbicara dengan Wali Kota Bogor Bima Arya dan akan dicarikan solusi bersama terkait dengan tempat tinggal warga tersebut. Sejauh ini ada beberapa alternatif tempat tinggal warga berupa rumah subsidi di lokasi yang baru.
“Ini jadi pembahasan ke depan antara Pemkot Bogor dan DPRD karena potensi-potensi lahan yang masih ada untuk pemukiman baru.Bentuk tempat tinggal masih dipelajari, apakah rusunuwa atau rumah deret subsidi yang bisa dikredit masyarakat,” ujar Dadang.

Dikatakan, bentuk bantuannya pun masih dikaji lebih rinci, apakah membangun di lokasi baru atau bisa juga di lahan masyarakat dalam bentuk kredit. Semua pola tersebut akan dipelajari bersama dan disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Baca : Presiden Resmikan Pembangunan Rel Ganda Sukabumi-Bogor

Sebelumnya, ratusan warga Kampung Parung Jambu, RW 10, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, meminta Dadang untuk mengupayakan tempat tinggal setelah dipindahlan dari sekitar rel KA. “Dari pertemuan warga yang dihadiri juga oleh ketua RT-nya, masyarakat yang terdampak rel ganda menginginkan dibangun rusunawa. Lokasinya diusulkan warga yang tidak jauh dari Kelurahan Empang,” ujar Dadang.

Selain itu, warga meminta diberi kelonggaran waktu sebelum dilakukan penggusuran hingga Januari 2020. Warga juga minta besaran penggantian untuk dipertimbangkan, dan diharapkan memenuhi nilai kelayakan. “Mereka mengeluhkan sewa kontrak rumah belakangan ini naik cepat, dari Rp 600 ribu menjadi Rp 1 juta per bulan,” ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Fraksi PDI-P DPRD Kota Bogor Atty Somaddikarya membuka Posko Pengaduan Rakyat yang bertempat di ruangan nomor 10 lantai 3 Gedung DPRD. Rencananya posko tersebut akan menerima berbagai pengaduan masyarakat dan secepatnya dicarikan solusinya. Fraksi PDI-P berkomitmen untuk terus melayani masyarakat dan semakin intens mendorong berbagai program pemerintah yang dibutuhkan warga.

Selain PDI-P, Fraksi PKS DPRD Kota Bogor juga menerima aduan masyarakat di Ruang Pleno FPKS. Agenda pelebaran rel ganda KA tersebut juga menjadi perhatian dari pimpinan PKS di Kota Bogor.



Sumber: BeritaSatu.com