Jakarta Bidik Rp 1,2 Triliun dari Formula E

Jakarta Bidik Rp 1,2 Triliun dari Formula E
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kedua dari kanan), menjelaskan penyelenggaraan balapan mobil listrik internasional Formula E kepada pimpinan media massa di Balai Kota, Jakarta, Kamis (19/9). Balapan Formula E menurut rencana digelar di sirkuit jalan raya di Jakarta, Juni 2020. Turut mendampingi Anies, dari kiri Dirut PT Jakpro Dwi Wahyu Daryoto, Presiden Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa, dan Direktur Operasional Formula E Manolo Ortiz-Tallo. ( Foto: SP/Aditya L Djono )
Aditya L Djono / ALD Jumat, 20 September 2019 | 17:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemprov DKI Jakarta menargetkan, penyelenggaraan balap mobil listrik Formula E tahun depan akan memberi manfaat ekonomi senilai 78,345 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun. Selain memperoleh manfaat ekonomi, Pemprov DKI Jakarta berharap dengan menjadi tuan rumah Formula E, akan semakin mengangkat posisi Jakarta sebagai salah satu kota penting di dunia, terutama mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman).

Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada pimpinan media massa di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (19/9). Dalam kesempatan itu, Anies didampingi Direktur Operasional Formula E Manolo Ortiz-Tallo, Direktur Utama Jakpro Dwi Wahyu Daryoto, dan Presiden Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa.

Anies Baswedan memastikan, Jakarta resmi ditunjuk menjadi tuan rumah gelaran Formula 3 mulai tahun depan. “Bulan lalu sudah final dalam pembicaraan di New York, bahwa Jakarta menjadi salah satu tuan rumah Formula E,” ungkapnya.

Menjadi tuan rumah Formula E, Anies menyatakan, tidak semata menggelar peristiwa olahraga internasional. “Bagi Jakarta, ini merupakan sebuah langkah untuk berada di orbit global. Ini dari awal kami posisikan sebagai kegiatan ekonomi dengan memanfaatkan sport tourism,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Anies, selain fokus pada penyelenggaraan balapan, juga akan memperbanyak kegiatan-kegiatan baik sebelum maupun selama event berlangsung. Berdasarkan perhitungan, dampak ekonomi yang bisa dipetik dari penyelenggaraan Formula E diperkirakan mencapai 78,345 juta euro (Rp 1,2 triliun). Jumlah itu antara lain diperoleh dari pengeluaran penonton sebesar 1,6 juta euro, media value senilai 14,9 juta euro, dan multiplier effect bagi pelaku ekonomi di Jakarta senilai 63,4 juta euro. “Nilai ekonomi sebesar itu masih berdasarkan asumsi yang konseratif,” ujarnya.

Anies Baswedan menambahkan, akan ada 12 tim yang bertanding. Masing-masing tim kira-kira membawa 100 orang kru. “Mereka akan berada di Jakarta seminggu sebelum balapan. Bisa dibayangkan kebutuhan kamar hotel di Jakarta. Belum lagi dari jasa-jasa pendukung lainnya. Inilah dampak ekonomi yang kita harapkan bisa diraih,” ungkapnya.

Pihaknya juga memperkirakan, akan ada 35.000 penonton yang menyaksikan balapan tersebut. Perinciannya, 26.250 penonton dari Jakarta, 7.000 penonton domestik, dan 1.750 penonton internasional.

Dengan perhitungan tersebut, menurut Anies, biaya yang dikeluarkan, antara lain 20 juta euro untuk commitment fee, akan memberi efek positif bagi perekonomian Jakarta. “Bicara soal biaya, jangan membandingkan jika tidak ada kegiatan, karena kita akan melihatnya sangat mahal. Tetapi mari kita melihat seberapa besar dampak positif atau manfaat yang diperoleh dari biaya yang kita keluarkan itu,” jelasnya.

Sebanyak lima musim balapan akan digelar di sirkuit jalan raya sepanjang sekitar 3 km, yang menurut rencana akan melintasi kawasan Monumen Nasional (Monas) sebagai ikon utama Kota Jakarta. “Dengan menjadi tuan rumah sebanyak lima kali, berarti investasi kita untuk mempersiapkan track jalan raya, seperti membuat dinding pengaman, tidak mubazir atau hanya sekali pakai,” katanya.

Selain pariwisata, Anies Baswedan menambahkan, balapan mobil listrik Formula E juga menjadi momentum transformasi Jakarta menjadi kota ramah lingkungan. “Di tengah terpaan isu lingkungan hidup, di mana mobil dan motor menjadi salah satu yang memberi dampak negatif terhadap lingkungan, balapan Formula E menjadi penting sebagai kampanye ramah lingkungan,” jelasnya.

Ke depan, lanjutnya, Pemprov DKI Jakarta akan menerbitkan kebijakan yang memberi insentif bagi masyarakat untuk menggunakan mobil listrik.

Saksikan videonya di sini:



Sumber: Suara Pembaruan