Azmi Abubakar Siap Tarung di Konvensi Pilwalkot Tangerang Selatan

Azmi Abubakar Siap Tarung di Konvensi Pilwalkot Tangerang Selatan
Azmi Abubakar ( Foto: Istimewa )
Yustinus Paat / JAS Minggu, 22 September 2019 | 16:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak empat kursi disediakan oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk tiket maju dalam Pilkada Kota Tangerang Selatan atau Pemilihan Wali Kota Tangerang Selatan (Pilwalkot Tangerang Selatan) pada tahun 2020. Tiket tanpa mahar ini akan diperebutkan melalui mekanisme konvensi terbuka. PSI memiliki dukungan suara signifikan di Tangsel sehingga memiliki fraksi sendiri di DPRD Kota Tangerang Selatan.

Hingga saat ini sudah tercatat 12 nama yang mendaftarkan diri untuk mengikuti konvensi Pilkada PSI tersebut. Diperkirakan akan terus bertambah hingga penutupan pada 20 Oktober mendatang.

Tidak hanya dari pihak luar PSI, dikonfirmasi juga niat serius datang dari kader PSI yang merupakan caleg terbaik pilihan Majalah Tempo, Azmi Abubakar. Azmi dipastikan akan ikut bertarung memperebutkan tiket konvensi dari PSI.

“Bismillah, demi bangsa dan warga Tangsel, saya akan ikut dalam konvensi ini,” kata Azmi kepada Beritasatu.com, Minggu (22/9/2019).

Sosok Azmi Abubakar adalah sosok yang unik. Warga Kota Tangerang Selatan ini berdarah Aceh kelahiran Jakarta tahun 1972, namun sedari lama sudah meneliti dan mengumpulkan serpihan sejarah tentang Peranakan Tionghoa di seluruh Indonesia. Azmi mendirikan Museum Peranakan Tionghoa yang hingga kini ramai pengunjung dan menjadi rujukan sejarah kehadiran orang Tionghoa di Nusantara.

“Bangsa ini sedang kehilangan daya rekatnya, sehingga mudah retak. Orang Tionghoa kehilangan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Padahal jasa mereka sangat besar sebelum dan sesudah kemerdekaan. Orang Tionghoa sendiri takut untuk mengabarkan eksistensi mereka karena direpresi oleh konstruksi sosial asing dan pribumi. Biarlah saya yang Aceh ini yang mengabarkan kepada bangsa ini melalui museum saya,” Azmi menjelaskan apa yang dia perjuangkan di museum itu.

Azmi menghabiskan seluruh hidupnya di Tangerang, khususnya Tangerang Selatan. Bisa dikatakan darah Betawi sudah mengental dalam dirinya. Pada Tahun 1990, Azmi mendirikan lembaga yang bernama UNC berlokasi di Jurang Mangu untuk memayungi remaja lokal yang memerlukan wadah aktualisasi diri. UNC merkembang besar hingga hari ini.

Azmi mengatakan visinya menjadi kepala daerah adalah sebuah langkah lanjut untuk mimpi besarnya agar bangsa ini kembali memiliki daya rekat sehingga tidak mudah dipecah belah. Menurut dia, kota Tangsel sudah memiliki semuanya dengan warga berpendidikan dan dan kelas menengah.

“Tangsel ini punya semuanya, warga berpendidikan, kelas menengah mapan, dunia usaha bergerak baik, sebagai kota penyangga Jakarta mobilitas warganya tinggi. Ada juga warga dan hal yang belum diurus dengan baik. Saya yakin dengan meletakkan fondasi kesadaran bahwa kita harus saling bahu membahu, berdiri sama tinggi duduk sama rendah, semua hal bisa kita lewati dan atasi. Itu modalitas yang harus kita bangun,” jelas Azmi.

Mengenai kemungkinan dirinya mendapatkan tiket sebagai pihak internal, Azmi mengaku tidak khawatir. Pasalnya, konvensi PSI akan dinilai oleh pihak independen.

"Kompetisinya akan berlangsung terbuka, yang terbaik yang akan mendapat tiket. Belum tentu juga saya yang akan mendapatkan tiket. Itu bentuk komitmen PSI agar Warga Kota Tangerang Selatan mendapatkan Pemimpin terbaik mereka,” pungkas Azmi.



Sumber: Suara Pembaruan