Konstruksi Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Dimulai dari Purwakarta, Ini Alasannya

Konstruksi Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Dimulai dari Purwakarta, Ini Alasannya
Suasana pembayaran uang ganti kerugian (UGK) pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan di kantor Desa Burangkeng, Kabupaten Bekasi, 26 September 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Mikael Niman )
Mikael Niman / FMB Senin, 30 September 2019 | 19:09 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan dimulai di Paket 3 yakni di wilayah Sadang, Kabupaten Purwakarta, terlebih dahulu. Beberapa pertimbangan, di antaranya pembebasan lahan di wilayah itu tidak banyak terdampak bangunan rumah warga karena sebagian besar lahan merupakan milik pemerintah.

"Pertimbangannya, lahan kebanyakan milik instansi pemerintah, Perhuni sekitar 11,4 kilometer, Perum Jasa Tirta II‎ sekitar 1,7 km," ujar Direktur Utama Jasa Marga Japek II Selatan, Dedi Krisnariawan Sunoto, Senin (30/9/2019).

Selain itu, kata dia, pembebasan lahan dari Sadang (Purwakarta) hingga ke Karawang dan sebagian Kabupaten Bekasi, tidak banyak menggusur bangunan (rumah) warga.

"Sedangkan, Paket 1 di wilayah Jatiasih, Kota Bekasi sampai ke Setu, Kabupaten Bekasi, banyak terkena (menggusur) rumah warga, pasti prosesnya lebih lama dan biaya lebih besar," tuturnya.

Dengan memperkirakan anggaran dan biaya ganti ruginya jauh lebih besar, pihaknya memulai konstruksi dari Paket 3 terlebih dahulu. "Lebih realistis dimulai dari Sadang terlebih dahulu, agar lebih cepat pembangunannya," tuturnya.

Dia menjelaskan, sudah melakukan pembangunan jalan tol dari Sadang sampai ke Taman Mekar (perbatasan Karawang dengan Kabupaten Bekasi).

"Paket 3 sepanjang 27,85 km, di antaranya sejauh 5 km kami sudah mulai bangun konstruksi, sekarang progresnya sudah mencapai 5 persen," tuturnya.

Saat itu, pihaknya tengah fokus untuk pengerjaan di Paket 3 sepanjang 8 km untuk membantu kelancaran arus mudik Lebaran mendatang. ‎"Kita fokuskan sepanjang 8 km untuk segera diselesaikan untuk membantu fungsional arus mudik Lebaran mendatang," katanya.

Dedi menjelaskan, rencana pembangunan tol sepanjang 8 km, pengguna tol bisa keluar dari Karawang Timur Tol Jakarta-Cikampek menuju ke ‎Kutanegara menuju Jalan Industri nanti bertemu dengan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, bisa keluar ke Sadang dan melanjutkan ke Cipularang. "Ini masih upayakan, masih wacana awal agar ada tambahan jalur yang bisa dilalui bagi para pemudik," imbuhnya.

Selain Paket 3 mulai dari Sadang-Taman Mekar, pihaknya tengah membebaskan lahan di‎ Paket 2 yakni Taman Mekar-Setu, Kabupaten Bekasi.

"Tahun depan kami sudah menyelesaikan konstruksi mulai dari Sadang hingga ke Setu. Karena di Setu ini akan menyambung ke JORR 2 Cimanggis Cibitung. Berharap pertengahan 2021 sudah bisa dioperasikan‎ sepanjang 52 km (Paket 3 dan Paket 2)," tuturnya.

Ruas tol ini, kata Dedi, sangat membantu dari daerah Selatan seperti Cinere, Depok, Pondok Indah, hingga Tangerang, bisa memanfaatkan Tol JORR 2 yang akan dioperasikan akhir tahun ini, atau tahun depan. "Pengguna bisa langsung langsung ke Cipularang, melalui Jakarta-Cikampek II Selatan," bebernya.

Sedangkan, target penyelesaian Paket 1, mulai dari Setu-Jatiasih, sekitar 10 km, diharapkan pada 2023 mendatang sudah bisa dioperasikan.

Mengingat, Paket 1 Jatiasih-Setu, lebih banyak membebasakan lahan dan bangunan rumah, dengan potensi nilai uang ganti kerugian, lebih mahal.

Rencana lintasan Tol Jakarta-Cikampek II selatan, masuk dari Jatiasih, Kota Bekasi. Lalu, gerbang tol berikutnya ada di sekitar perumahan Vida, Bantargebang. Srdangkan, di Setu tak ada gerbang tol, hanya pertemuan simpang susun dengan Tol Cimanggis Cibitung. ‎Gerbang tol berikutnya ada di Sukaragam, Cikarang Selatan. Setelah itu, ada lagi gerbang tol berikutnya di ‎Taman Mekar masuk ke Karawang. Lalu ada gerbang tol berikutnya di Kutanegara dan terakhir di Sadang.

‎Tol Jakarta-Cikampek II Selatan memiliki panjang 62 kilometer yang membentang dari Jatiasih, Kota Bekasi hingga Sadang, Purwakarta. Konstruksi akan dibangun secara melayang (Jatiaasih-Setu) dan selebihnya menyusuri (nonlayang).

Pembangunan tol ini dibagi menjadi enam seksi yakni Jatiasih-Bantargebang, Bantargebang-Setu, Setu-Sukaragam, Sukaragam-Taman Mekar, Taman Mekar-Kutanegara, dan Kutanegara-Sadang.

PT Jasamarga Japek Selatan membagi pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan menjadi tiga paket masing-masing Paket 1 (Sta 00 hingga Sta 9+300) sepanjang 9,3 kilometer, Paket 2 (Sta 9+300 hingga Sta 34+150) sepanjang 24,85 kilometer, serta Paket 3 (Sta 34+150 hingga Sta 62) sepanjang 27,85 kilometer.

Dedi menjelaskan tol ini nantinya akan terintegrasi dengan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) serta Tol Purbaleunyi dengan begitu diharapkan mampu mengurangi kepadatan di sepanjang Tol Jakarta-Cikampek eksisting.

"Target kami dapat mengurangi beban kapasitas kendaraan di Tol Jakarta-Cikampek existing sebanyak 20 persen," ujarnya.

Tol Jakarta-Cikampek II Selatan melintasi 37 desa dan kelurahan yang berada di Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, serta Kabupaten Purwakarta. 



Sumber: Suara Pembaruan