DPRD DKI Diminta Segera Bahas APBD 2020

DPRD DKI Diminta Segera Bahas APBD 2020
Sidang paripurna DPRD DKI. (Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia)
Erwin C Sihombing / FER Kamis, 3 Oktober 2019 | 16:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Setelah mengukuhkan lima pimpinan definitif dalam sidang paripurna yang digelar, Kamis (3/10/2019), DPRD DKI diharapkan segera membahas Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon (KUA-PPAS) dan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) DKI 2020, yang diharuskan Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) dagri untuk disahkan akhir November 2019 ini.

Baca Juga: APBD DKI 2020 Diprediksi Bertambah Rp 6,9 Triliun

Ketua Fraksi PSI DKI, Idris Ahmad, mengatakan, pembahasan KUA-PPAS dan RAPBD DKI 2020 yang diprediksi besarnya mencapai Rp 96 triliun sudah selayaknya menjadi prioritas. Pasalnya, sejak anggota DPRD periode 2019-2024 dilantik sebulan yang lalu, pembahasan mengenai hal itu belum terlaksana.

"Sudah sebulan berlalu begitu saja sejak kami dilantik karena menunggu nama pimpinan definitif, akibatnya agenda yang menjadi tanggung jawab DPRD molor terlalu lama, khususnya pembahasan APBD 2020 dan juga pemilihan Wagub," kata Idris.

DPRD segera menyetorkan nama-nama pimpinan definitif yang telah diputuskan melalui paripurna kepada Mendagri. Kelimanya adalah Prasetio Edi Marsudi selaku ketua didampingi empat wakilnya yakni, M Taufik, Abdurrahman Suhaimi, Misan Samsuri dan Zita Anjani.

Baca Juga: Prasetyo Edi Marsudi Sah Kembali Pimpin DPRD DKI

Menurut Idris, keterlambatan lebih dari satu bulan DPRD DKI menetapkan pimpinan definitif harus berujung pada kompensasi percepatan pembahasan agenda-agenda dewan yang layak menjadi prioritas. Pihaknya berharap setelah pimpinan DPRD definitif ditetapkan, penyusunan alat kelengkapan dewan (AKD) dapat diintensifkan Oktober 2019 ini.

"Jika pembahasan AKD kembali molor, maka ruang pembahasan APBD 2020 hanya akan semakin sempit dan mustahil menghasilkan pembahasan yang berkualitas," ujar Idris.

Baca Juga: Dishub Anggarkan Kembali ERP Tahun 2020

Dari total 106 anggota DPRD DKI periode 2019-2024, sebanyak 59 diantaranya merupakan wajah baru. Termasuk delapan anggota dari PSI. Dengan begitu, pihaknya mendorong agar seluruh fraksi di dewan untuk fokus membahas APBD 2020 hingga November mendatang.

Setidaknya, lanjut Idris, fraksi-fraksi mulai mempelajari usulan anggaran dan melakukan pembahasan kritis dan teliti merespons draft usulan dari gubernur.

"Kalau DPRD yang baru mau menunjukkan peningkatan dibanding periode sebelumnya, inilah saatnya. Pembahasan APBD 2020 ini ajang pembuktian kualitas para anggota DPRD yang kembali terpilih maupun yang baru terpilih," tegas Idris.



Sumber: Suara Pembaruan