Program Donasi JKN-KIS

413 Perusahaan Jadi Donatur BPJS Kesehatan

413 Perusahaan Jadi Donatur BPJS Kesehatan
Ilustrasi Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan ( Foto: Istimewa )
Dina Manafe / RSAT Sabtu, 5 Oktober 2019 | 11:49 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 413 perusahaan swasta telah menjadi donatur untuk pembayaran iuran bagi 40.298 peserta JKN-KIS. Sejak program donasi ini dibuat setahun lalu yang ditujukan bagi seluruh masyarakat yang mampu atau punya rejeki lebih untuk berbagi kepada sesama dengan membayarkan iuran peserta JKN-KIS ternyata banyak diminati perusahaan atau badan usaha swasta.

Hal itu dikataka Plh Deputi Direksi Bidang Perluasan Peserta BPJSK, Mega Yudha Ratna Putra seusai menyosialisasikan mengenai Program Donasi JKN-KIS kepada berbagai komunitas sosial di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Jumat (4/10/2019).

Dikatakan sejak dibuat setahun lalu program donasi JKN-KIS sudah banyak yang berkontribusi. Menurut Mega, yang mendapatkan donasi tidak perlu miskin, tetapi juga rentan miskin. Rentan miskin artinya ketika sakit mereka bisa jatuh miskin karena mahalnya biaya pengobatan. Mereka belum terdaftar sebagai peserta penerima bantuan iuran (PBI) maupun segmen peserta lainnya.

Melalui program donasi JKN-KIS ini para donatur bisa berkontribusi dengan mendaftarkan mereka dan membayar iuran tiap bulan. “Dengan turut serta dalam Program Donasi JKN-KIS, kita telah memberi sumbangsih yang besar untuk membantu sesama,” kata Mega.

Menurut Mega, program donasi JKN-KIS ini bertujuan untuk mendorong percepatan cakupan kesehatan semesta atau universal health coverage (UHC) yang ditargetkan pemerintah tercapai di akhir 2019 ini. Artinya di akhir 2019 nanti pemerintah menargetkan minimal 95% penduduk Indonesia telah memiliki kartu JKN-KIS. Saat ini penduduk yang menjadi peserta JKN-KIS sebanyak 221 juta orang dari total penduduk sekitar 265 juta orang.

Untuk mengenalkan program donasi JKN-KIS kepada seluruh lapisan masyarakat, BPJSK menggandeng sejumlah komunitas sosial se-Jabodetabek, seperti Komunitas Peduli Generasi, Komunitas Bogor Mengabdi, Komunitas Jendela Jakarta, Komunitas Indonesia Memberi, Yayasan Indonesia Hijau, Sekolah Relawan, Yayasan Sahabat Anak, Menjadi Indonesia Pintar, dan lain sebagainya.

Kepala Humas BPJSK, Iqbal Anas Ma'aruf menambahkan, komunitas sosial bisa menjadi media yang tepat untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya berpartisipasi aktif dalam program JKN-KIS.

Melalui pendekatan sederhana word of mouth, diharapkan komunitas ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut serta menjadi bagian dari gotong royong besar JKN-KIS dengan menjadi peserta dan membayar iuran tepat waktu.



Sumber: Suara Pembaruan