Bangun Septic Tank Komunal, DKI Anggarkan Rp 166 Miliar

Bangun Septic Tank Komunal, DKI Anggarkan Rp 166 Miliar
Mobil penyedotan limbah PD PAL Jaya melakukan penyedotan limbah septic tank di permukiman warga Kelurahan Pademangan, Jakarta Utara, 19 September 2017. ( Foto: Istimewa )
Lenny Tristia Tambun / FER Senin, 7 Oktober 2019 | 19:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Melihat kondisi masih banyaknya warga Jakarta yang masih membuang limbah buang air besar (BAB) di sungai atau kali, maka Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI mengusulkan anggaran sebesar Rp 166,2 miliar untuk membangun septic tank komunal atau sistem pengelolaan limbah domestik.

Anggaran tersebut direncanakan untuk membangun septic tank komunal di 30 lokasi pada tahun 2020. Anggaran tersebut sudah dimasukkan dalam Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) untuk rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta 2020.

Baca Juga: Layanan Sedot Tinja Kota Bekasi Gunakan Aplikasi di Ponsel

Kepala Dinas SDA DKI, Juaini Yusuf mengatakan, masih banyak warga yang membuang limbah BAB di kali atau sungai dikarenakan mereka tidak memiliki septic tank. Untuk mencegah semakin tercemarnya air sungai di Jakarta, maka pihaknya akan membangun septic tank komunal.

"Anggaran itu hanya untuk membangun septic tank-nya saja. Nanti baru disambungkan ke pembuangan-pembuangan limbah milik warga,” kata Juaini Yusuf, Senin (7/10/2019).

Pembangunan septic tank komunal, lanjut Juaini Yusuf, akan diutamakan di daerah-daerah pinggir kali dan permukiman padat penduduk. Supaya mereka tidak lagi membuang limbah BAB mereka ke kali sembarangan.

"Iya seperti yang di pinggir-pinggir. Mungkin yang agak ke tengah, mereka kan sudah ada septic tank. Kalau ada lokasi yang memungkinkan, kita akan bikin agak besar. Dari beberapa kepala keluarga, pembuangan itu kita jadikan satu, langsung kita olah di septic tank komunal. Nah sudah rapi, bersih, baru pembuangannya kita alirkan ke sungai. Jadi enggak seperti sekarang ini, mereka buang langsung,” terang Juaini Yusuf.

Baca Juga: Om Toilet Om Raih Penghargaan

Untuk membantu mewujudkan rencana pembangunan septic tank komunal, Juaini Yusuf mengungkapkan, pihaknya mendapatkan dana hibah dari BUMD DKI yang bergerak dibidang pengolahan limbah, yakni PD Pengolahan Air Limbah (PAL) Jaya. Adapun dana yang dihibahkan sebesar Rp 10 miliar.

"Dana hibah ini akan digunakan untuk membangun WC umum. Itu bukan tugas pokok dan fungsi mereka. Kalau bikin WC umum itu biasanya dibuat oleh Dinas Lingkungan Hidup. Kalau SDA, kita bantu buat sistem pengolahan air limbahnya," ucap Juaini.

Seperti diketahui, wilayah RT 015 RW 007 Kelurahan Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, tepatnya di Gang Sekretaris I, ratusan warga harus bergantian menggunakan jamban. Limbah dari jamban tersebut tidak langsung mengalir ke septic tank, melainkan ke sungai.



Sumber: BeritaSatu.com