Restorasi Kerang Hijau Perbaiki Kualitas Air di Teluk Jakarta

Restorasi Kerang Hijau Perbaiki Kualitas Air di Teluk Jakarta
Peserta Restorasi Kerang Hijau saat sedang memasukan kulit kerang hijau ke dalam ram besi. Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai komunitas bersama Rumah Millennials, perguruan tinggi dalam hal ini MM Sustainability Universitas Trisakti, Lock and Lock dan perusahaan lainnya. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 8 Oktober 2019 | 21:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Teluk Jakarta atau Kawasan Ancol Taman Impian merupakan habitat alami dari berbagai jenis biota laut seperti kerang hijau, kepiting batu, ketang-ketang, angel fish, ubur-ubur, baronang, sembilang, damsel, dan sebagainya. Saat ini, habitat hewan-hewan tersebut semakin terancam keberadaannya karena buruknya kualitas air Teluk Jakarta.

Berdasarkan catatan LIPI pada 2018, setiap hari sebanyak 21 ton sampah mengalir dari 13 sungai yang bermuara ke Teluk Jakarta serta membawa buangan limbah cair dari pemukiman, perkotaan, maupun industri.

Restorasi Kerang Hijau

Sementara hasil penelitian pakar kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) beberapa tahun lalu menunjukkan, air laut di Teluk Jakarta mengandung silikat sebesar 52.156 ton, fosfat 6.741 ton, dan nitrogen 21.260 ton.

Pada kerang hijau yang hidup di Teluk Jakarta ditemukan logam berat seperti merkuri (Hg), cadmium (Cd), timbal (Pb), krom (Cr), dan timah (Sn). Padahal, kerang Hijau (Perna Viridis) merupakan filter feeder atau filter alami dari perairan laut yang dapat memperbaiki kualitas air.

Ketua Umum Forum CSR DKI Jakarta, Mahir Bayasut, menjelaskan, kembalinya populasi kerang hijau di wilayah pesisir akan berdampak positif pada meningkatnya kualitas air dan biodiversitas serta jumlah biota yang ada di laut kawasan Ancol.

“Tercemarnya Teluk Jakarta merupakan tanggung jawab bersama semua lapisan masyarakat di DKI Jakarta. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dalam melestarikan keanekaragaman hayati di Teluk Jakarta,” kata Mahir dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, Selasa (8/10/2019).

Mahir menambahkan, pihaknya sangat mengapresiasi langkah Manajemen PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk yang telah menginisiasi restorasi kerang hijau. "Harapannya, kegiatan ini dapat menginsipirasi perusahaan lainnya untuk lebih peduli kepada masalah lingkungan di DKI Jakarta,” ujar Mahir.

Manajer Komunikasi Korporat PT Pembangunan Jaya Ancol, Rika Lestari, menyatakan, pihaknya mengapresiasi dukungan Forum CSR DKI Jakarta sebagai mitra dalam menjalankan program Restorasi Kerang Hijau.

"Kami mengajak berbagai pihak mengkampanyekan Restorasi Kerang Hijau sebagai sebuah gerakan. Kegiatan ini memperbesar peluang kualitas air laut Teluk Jakarta menjadi semakin baik,” ujar Rika.

Tebar kerang hijau ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Sustain Ability Fest 2019 yang akan diadakan pada 2 November 2019.



Sumber: BeritaSatu.com