Munarman Juga Dicecar Komunikasi dengan Salah Satu Tersangka

Munarman Juga Dicecar Komunikasi dengan Salah Satu Tersangka
Munarman bersiap menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, 1 Februari 2017. Munarman dan Rizieq diperiksa terkait kasus dugaan makar. ( Foto: BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao )
Bayu Marhaenjati / CAH Kamis, 10 Oktober 2019 | 07:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, memberikan 18 pertanyaan kepada Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman, dalam pemeriksaan terkait kasus penganiayaan pegiat media sosial Ninoy Karundeng. Pertanyaan yang didalami penyidik seputar komunikasi Munarman dengan salah satu tersangka bernama Supriadi alias S melalui WhatsApp (WA).

"Tadi ada 18 pertanyaan seputar WA dari dan ke Munarman dan ke salah satu yang ditahan pak Supriadi. Seputar itu saja, dan itu isi WA dua hari setelah kejadian tanggal 30 yang terkait dengan Ninoy, agak jauh sebenarnya subtansinya," ujar Azis Yanuar selaku kuasa hukum Munarman, Rabu (9/10/2019).

Dikatakan Azis, pemeriksaan terhadap Munarman, termasuk tanda tangan berita acara pemeriksaan (BAP) sudah selesai, selepas Magrib tadi. Namun, selanjutnya penyidik masih akan melakukan pemeriksaan konfrontir antara Munarman dan tersangka Supriadi.

Baca JugaSekjen PA 212 Ajukan Penangguhan Penahanan

"Kalau alasan teknisnya bahwa keterangan dari Pak Munarman mau dikonfrontir dari Pak Supriadi yang saat ini ditahan di Krimum," ungkapnya.

Menyoal apa ada perbedaan pernyataan Munarman dengan Supriadi sehingga harus dikonfrontasi, Azis menyampaikan, tidak ada perbedaan.

"Tidak ada perbedaan karena fakta-fakta yang ditunjukan di HP itu sama. Hanya pemeriksaan biasa, dari BAP sudah ditandatangani," katanya.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 11 Tersangka Penganiayaan Ninoy Karundeng

Menurut Azis, Munarman dan Supriadi berkomunikasi terkait masalah hukum, dua hari setelah kejadian kasus penganiayaan terhadap Ninoy.

"Isinya bahwa S tadi itu menanyakan ada pihak-pihak mengaku Polda bagaimana? Lalu pak Munarman selaku penasihat hukum, memberikan saran konsultasi hukum. Lalu point kedua, terkait bahwa di dalam masjid itu ada CCTV. Nah, itu tolong diamankan kalau nanti hal-hal yang mungkin diperlukan. Bukan, bukan (minta dihapus). Justru yang mau tahu, faktanya digunakan pihak kepolisian," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com