21 Balita Keracunan Makanan di Posyandu Pademangan Timur
INDEX

BISNIS-27 548.602 (-2.05)   |   COMPOSITE 6429.76 (0.29)   |   DBX 1210.46 (12.07)   |   I-GRADE 190.638 (-1.34)   |   IDX30 545.485 (-1.51)   |   IDX80 146.318 (-0.07)   |   IDXBUMN20 442.834 (-1.24)   |   IDXESGL 150.48 (0.29)   |   IDXG30 147.901 (0.37)   |   IDXHIDIV20 478.779 (-0.73)   |   IDXQ30 155.036 (-0.96)   |   IDXSMC-COM 294.681 (0.4)   |   IDXSMC-LIQ 376.202 (-0.55)   |   IDXV30 149.629 (0.56)   |   INFOBANK15 1097.88 (-12.35)   |   Investor33 466.613 (-1.1)   |   ISSI 189.631 (-0.01)   |   JII 670.82 (0.69)   |   JII70 234.975 (-0.16)   |   KOMPAS100 1301.99 (-2.17)   |   LQ45 1014.85 (-1.65)   |   MBX 1779.94 (-2.58)   |   MNC36 344.694 (-0.95)   |   PEFINDO25 341.155 (-2.53)   |   SMInfra18 331.858 (2.19)   |   SRI-KEHATI 398.709 (-1.15)   |  

21 Balita Keracunan Makanan di Posyandu Pademangan Timur

Kamis, 10 Oktober 2019 | 08:44 WIB
Oleh : Carlos Roy Fajarta / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 21 balita dan 3 orang dewasa mengalami keracunan makanan yang diduga disebabkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) oleh pihak terkait saat kegiatan Posyandu Melati RW 10 Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara pada Rabu (9/10/2019) kemarin.

"Iya benar ada 24 orang yang sebagian besar balita mengalami keracunan makanan dan sempat menjalani perawatan di RSUD dan Puskesmas Pademangan," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Kamis (10/10/2019) pagi ketika dikonfirmasi awak media di Mapolres.

24 korban tersebut yakni AL (1), BA (2), AR (2) RD (11), MR (3), MI (4), MAAA (4), SA (3), DM (3), MHS (1), CY (4) PP (4), BT (3), AH (2), SA (2), PA (9 bulan), AS (1), EV (1), MA (8), AN (3), IS, NUR (28), SM (29), dan SUM (61).

Ia menyebutkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab ata kejadian ini.

"Dari pemeriksaan awal dua orang saksi menyebutkan kejadian keracunan tersebut saat diberikan makanan tambahan setelah pelaksanaan kegiatan timbang balita sejak pukul 10.00-12.00," jelas Budhi.

Para balita tersebut disebutkan setelah dilakukan pendaftaran, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang dicatat dalam buku besar kemudian diberikan makanan berupa nasi, sayur sop, pisang, biskuit balita yang dikemas dalam satu kantong plastik. Total ada 47 balita dalam penimbangan waktu tersebut.

"Menurut keterangan dari sejumlah korban setelah makan sop dan makanan lainnya yang di bagikan muncul gejala pusing, mual, muntah-muntah dan diare. Dari keterangan dokter diduga disebabkan mengonsumsi makanan yang diberikan saat posyandu. Observasi dengan cara diberikan infus dan obat anti muntah. apabila masih mual dan muntah dilakukan rawat inap," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim menyebutkan pihaknya menyayangkan terjadinya kembali keracunan makanan yang menjadikan banyak anak-anak balita menjadi korban

"Kami sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan menunggu hasilnya. Kita juga akan melakukan pembenahan terhadap tata laksana penyediaan PMT baik di Posyandu ataupun di Sekolah agar lebih higienis dan terjamin kualitasnya sehingga tidak membahayakan kesehatan anak-anak kita generasi penerus bangsa," tegas Ali.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ada Aksi Buruh, Sejumlah Rute TransJakarta Dialihkan

Pengalihan rute akan dilakukan hingga kondisi jalan sudah kembali normal.

MEGAPOLITAN | 10 Oktober 2019

Komite K2 Evaluasi Penyebab Kegagalan Pengecoran Box Traffic di Tol Desari

BPJT aktifkan konsultan Pengendali Mutu untuk memastikan pekerjaan konstruksi.

MEGAPOLITAN | 10 Oktober 2019

Hujan Diprediksi Akan Guyur Jakarta Siang Ini

Suhu di enam wilayah DKI Jakarta akan berada dikisaran 24- 32 derajat celcius.

MEGAPOLITAN | 10 Oktober 2019

Munarman Juga Dicecar Komunikasi dengan Salah Satu Tersangka

Pertanyaan yang didalami penyidik seputar komunikasi Munarman dengan salah satu tersangka bernama Supriadi alias S melalui WhatsApp (WA).

MEGAPOLITAN | 10 Oktober 2019

Munarman Dicecar Soal Peristiwa di Masjid Al Falah

Munarman mengklaim belum sempat melihat rekaman CCTV masjid tempat Ninoy disiksa sejumlah orang.

MEGAPOLITAN | 10 Oktober 2019

PSI Kritik Anies yang Tolak Buka Anggaran ke Publik

Publik harus mengetahui seperti apa isi dokumen KUA-PPAS yang disusun oleh eksekutif.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2019

Sekjen PA 212 Ajukan Penangguhan Penahanan

Hingga saat ini Bernard masih berada di dalam ruang tahanan Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2019

PSI Tuntut Transparansi Anggaran, Anies Bergeming

PSI DKI Jakarta menyayangkan sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang terus menolak membuka dokumen anggaran ke publik.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2019

Pemprov DKI Akan Siagakan Satgas Tangani Sampah di Pintu Air

Pemprov DKI akan menambah saringan sampah di Pintu Air Pasar Rebo, Kampung Melayu, dan Season City.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2019

Sidang Nunung, Jaksa Hadirkan Saksi Mahkota

Satu saksi mahkota atas nama Hadi Moheryanto adalah penjual sabu-sabu.

MEGAPOLITAN | 9 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS