21 Balita Keracunan Makanan di Posyandu Pademangan Timur

21 Balita Keracunan Makanan di Posyandu Pademangan Timur
Sebanyak 21 balita dan 3 orang dewasa mengalami keracunan saat mengonsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) saat kegiatan timbang balita di Posyandu Melati RW 10 Kelurahan Pademangan Timur menjalani perawatan di RSUD dan Puskesmas Kecamatan Pademangan, Rabu sore, 9 Oktober 2019. ( Foto: istimewa )
Carlos Roy Fajarta / CAH Kamis, 10 Oktober 2019 | 08:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 21 balita dan 3 orang dewasa mengalami keracunan makanan yang diduga disebabkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) oleh pihak terkait saat kegiatan Posyandu Melati RW 10 Kelurahan Pademangan Timur, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara pada Rabu (9/10/2019) kemarin.

"Iya benar ada 24 orang yang sebagian besar balita mengalami keracunan makanan dan sempat menjalani perawatan di RSUD dan Puskesmas Pademangan," ujar Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, Kamis (10/10/2019) pagi ketika dikonfirmasi awak media di Mapolres.

24 korban tersebut yakni AL (1), BA (2), AR (2) RD (11), MR (3), MI (4), MAAA (4), SA (3), DM (3), MHS (1), CY (4) PP (4), BT (3), AH (2), SA (2), PA (9 bulan), AS (1), EV (1), MA (8), AN (3), IS, NUR (28), SM (29), dan SUM (61).

Ia menyebutkan pihaknya tengah melakukan penyelidikan kepada pihak-pihak yang bertanggung jawab ata kejadian ini.

"Dari pemeriksaan awal dua orang saksi menyebutkan kejadian keracunan tersebut saat diberikan makanan tambahan setelah pelaksanaan kegiatan timbang balita sejak pukul 10.00-12.00," jelas Budhi.

Para balita tersebut disebutkan setelah dilakukan pendaftaran, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan yang dicatat dalam buku besar kemudian diberikan makanan berupa nasi, sayur sop, pisang, biskuit balita yang dikemas dalam satu kantong plastik. Total ada 47 balita dalam penimbangan waktu tersebut.

"Menurut keterangan dari sejumlah korban setelah makan sop dan makanan lainnya yang di bagikan muncul gejala pusing, mual, muntah-muntah dan diare. Dari keterangan dokter diduga disebabkan mengonsumsi makanan yang diberikan saat posyandu. Observasi dengan cara diberikan infus dan obat anti muntah. apabila masih mual dan muntah dilakukan rawat inap," ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim menyebutkan pihaknya menyayangkan terjadinya kembali keracunan makanan yang menjadikan banyak anak-anak balita menjadi korban

"Kami sudah mengambil sampel makanan untuk diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan menunggu hasilnya. Kita juga akan melakukan pembenahan terhadap tata laksana penyediaan PMT baik di Posyandu ataupun di Sekolah agar lebih higienis dan terjamin kualitasnya sehingga tidak membahayakan kesehatan anak-anak kita generasi penerus bangsa," tegas Ali.



Sumber: Suara Pembaruan