Reklamasi Dihentikan, Swasta Mundur dari Proyek Tanggul Laut Raksasa

Reklamasi Dihentikan, Swasta Mundur dari Proyek Tanggul Laut Raksasa
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan tanggul laut raksasa di Muara Baru, Jakarta Utara, 6 Januari 2016. ( Foto: BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao )
Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 11 Oktober 2019 | 18:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Juaini Yusuf mengatakan pihak swasta yang memiliki tanggung jawab untuk mengerjakan pembangunan tanggul laut program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A adalah pengembang proyek pulau reklamasi, salah satunya adalah Intiland.

Ketika ditanya alasan pihak swasta mengundurkan diri dari pembangunan tanggul laut NCICD Fase A, Juaini Yusuf mengungkapkan karena proyek reklamasi 13 pulau sudah dihentikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI.

Pasalnya, pengerjaan tanggul laut NCICD Fase A itu, merupakan kompensasi dari pengerjaan proyek reklamasi 13 Pulau yang dikerjakan para pengembang tersebut.

“Itu dulu kayaknya, dia kompensasi dari reklamasi ya. Kalau tidak salah. Sekarang jadi tidak diteruskan,” terang Juaini Yusuf.

Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Dipastikan Molor

Ia mengonfirmasi, dihentikannya proyek reklamasi 13 pulau berpengaruh terhadap mundurnya pihak swasta dalam mengerjakan pembangunan tanggul laut di pesisir pantai utara Jakarta. “Iya (berpengaruh),” ujarnya singkat.

Seperti diketahui, proyek pengamanan tanggul laut dalam NCICD fase A mencapai panjang 62,62 kilometer (km). Namun dari total panjang tersebut, yang harus dikerjakan untuk penguatan tanggul laut di area kritis ada di sepanjang 46,58 km.

Dari panjang 46,58 km itu, dibagi tiga untuk pengerjaannya. Dengan rincian, Kementerian PUPR sepanjang 19,48 km; Pemprov DKI sepanjang 11,5 km dan swasta sepanjang 15,5 km.

Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Terkendala Perubahan Lokasi

Dari pembagian tersebut, penguatan tanggul laut yang sudah rampung dikerjakan, untuk bagian Kementerian PUPR sepanjang 4,5 km. Kemudian Pemprov DKI sudah menyelesaikan penguatan tanggul laut sepanjang 2,7 km dan swasta sudah menyelesaikan sepanjang 2,1 km.

Hanya saja, di tengah jalan, pihak swasta mengundurkan diri. Sehingga sisa pengerjaan penguatan tanggul laut yang menjadi bagian swasta sepanjang 13,4 km harus dibagi dua oleh Kementerian PUPR dan Pemprov DKI.



Sumber: BeritaSatu.com