Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Dipastikan Molor

Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Dipastikan Molor
Jajaran Pemprov DKI Jakarta bersama Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane (BBWSCC) meninjau pengerjaan tanggul A dari proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) di Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis, 10 Agustus 2017. (Foto: Suara Pembaruan/Deti Mega Purnamasari)
Lenny Tristia Tambun / FMB Jumat, 11 Oktober 2019 | 18:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Penyelesaian pembangunan tanggul laut pengamanan pantai dalam program National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A molor.

Awalnya, pembangunan tanggul laut ini ditargetkan dapat rampung pada tahun 2020. Namun, dengan mundurnya swasta dari proyek ini serta terjadi perubahan jumlah tanggul laut yang harus dikerjakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), membuat target itu dipastikan tidak akan tercapai.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI, Juaini Yusuf mengatakan dengan adanya tambahan jumlah panjang tanggul laut yang harus dikerjakan Pemprov DKI, maka pembangunan tanggul laut yang menjadi bagian DKI tidak akan bisa rampung pada 2020.

“Karena ada tambahan pengerjaan itu, kayaknya enggak mungkin kita bisa selesaikan sampai 2020. Kan ada penambaan baru itu tadi. DKI jadi lebih banyak kan penambahannya,” kata Juaini Yusuf, Jumat (11/10/2019).

Reklamasi Dihentikan, Swasta Mundur dari Proyek Tanggul Laut Raksasa

Kemungkinan besar, lanjut Juaini Yusuf, pembangunan tanggul laut NCICD Fase A yang menjadi bagian DKI baru dapat rampung pada 2022 mendatang. Karena meski bagian dari pihak swasta telah dibagi dua, tetap saja bagian Pemprov DKI yang paling banyak dibandingkan Kementerian PUPR.

“Paling tidak, kalau lihat dari rencana, bisa sampai 2022. Nah ini kan ada penambahan lagi yang dari swasta itu yang dibagi ke kita. Yang dipecah dua sama Kempupera,” ujar Juaini Yusuf.

Seperti diketahui, proyek pengamanan tanggul laut dalam NCICD fase A mencapai panjang 62,62 kilometer (km). Namun dari total panjang tersebut, yang harus dikerjakan untuk penguatan tanggul laut di area kritis ada di sepanjang 46,58 km.

Pembangunan Tanggul Laut Raksasa Terkendala Perubahan Lokasi

Dari panjang 46,58 km itu, dibagi tiga untuk pengerjaannya. Dengan rincian, Kempupera sepanjang 19,48 km; Pemprov DKI sepanjang 11,5 km dan swasta sepanjang 15,5 km.

Dari pembagian tersebut, penguatan tanggul laut yang sudah rampung dikerjakan, untuk bagian Kementerian PUPR sepanjang 4,5 km. Kemudian Pemprov DKI sudah menyelesaikan penguatan tanggul laut sepanjang 2,7 km dan swasta sudah menyelesaikan sepanjang 2,1 km.

Hanya saja, di tengah jalan, pihak swasta mengundurkan diri, sehingga sisa pengerjaan penguatan tanggul laut yang menjadi bagian swasta sepanjang 13,4 km harus dibagi dua oleh Kempupera dan Pemprov DKI.



Sumber: BeritaSatu.com