Ombudsman: Standar Pelayanan Kabupaten Bogor dan Bekasi Belum Maksimal

Ombudsman: Standar Pelayanan Kabupaten Bogor dan Bekasi Belum Maksimal
Warga mendatangi Kampung Pelayanan Publik Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor, Jumat (11/10/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Vento Saudale )
Vento Saudale / JAS Sabtu, 12 Oktober 2019 | 16:04 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya menyampaikan hasil penilaian kepatuhan tentang Standar Pelayanan Penyelenggara Pelayanan Sesuai UU No. 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik di Kabupaten Bogor. Hasilnya rata-rata SKPD dengan kategori zona kuning atau belum maksimal.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Teguh Nugroho menjelaskan, dari data survei, sejak tahun 2016 hingga 2018 menunjukkan bahwa pelayanan publik Pemkab Bogor tidak pernah meningkat ke zona hijau atau lebih baik.

“Jadi standar pelayanan minimum saja tidak pernah berubah di zona kuning terus. Sama dengan Kabupaten Bekasi. Padahal Kota Bogor, Kota Depok dan daerah sekitarnya sudah naik ke zona hijau,” paparnya, saat sosialisasi "Kampung Pelayanan Publik" di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor, Jumat (11/10/2019).

Kata dia, standar pelayanan terdiri dari beberapa indikator. Yang paling mudah menunjukkan pelayanan yang baik seperti pemasangan maklumat pelayanan di setiap kantor pelayanan/instansi bisa dilihat secara kasat mata.

“Yang secara kasat mata saja kita bisa lihat. Belum semua instansi pemerintah di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Bekasi, memasang tulisan maklumat pelayanan, rincian pembiayaan bila itu membayar dan mana yang tidak bayar,” paparnya.

Teguh juga mengaku, survei kepatuhan pelayanan publik akan kembali diadakan oleh lembaga Ombudsman RI untuk tahun 2019. Ia berharap, Pemkab Bogor di bawah kepemimpinan yang baru akan mampu meningkatkan standar minimal pelayanan publik terhadap warganya.

“Masa bertahun-tahun (Kabupaten) Bogor tidak ada perubahan. Apalagi survei kepatuhan tahun lalu diraih Kabupaten Ciamis yang sama-sama dari wilayah Jawa Barat,” tuturnya.



Sumber: BeritaSatu.com