Pemkot Jakut Gandeng Samsung Berdayakan Masyarakat di Kapuk Muara

Pemkot Jakut Gandeng Samsung Berdayakan Masyarakat di Kapuk Muara
Anak-anak RW01 Kelurahan Kamal Muara mendapatkan pelatihan mewarnai sketsa mural di tas ramah lingkungan saat kegiatan Samsung Love Care Employee Voluntering 2019 di RPTRA Kamal Bahari, Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Kota Jakarta Utara, Sabtu (12/10/2019) siang. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / JAS Sabtu, 12 Oktober 2019 | 18:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara bersama Samsung Indonesia menggerakkan masyarakat untuk semakin mempercantik RPTRA Kamal Bahari dan Kampung Pelangi di RW01 Kelurahan Kamal Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (12/10/2019).

"Kami sengaja memilih wilayah Kamal Muara di RPTRA dan sekitar kampung pelangi nelayan di sini dengan melakukan pengecekan mural, memberikan pelatihan teknologi informasi sesuai kebutuhan masyarakat, menambah rak hidroponik, serta memberikan tablet di RPTRA untuk mendukung kemajuan masyarakat sekitar," ujar Ennita Pramono, Head of Corporate Citizenship PT Samsung Electronics Indonesia, Sabtu (12/10/2019) siang kepada Beritasatu.com di lokasi RPTRA.

Ia menyebutkan pengenalan teknologi informasi untuk edukasi kepada orangtua anak-anak sejak dini amat penting agar anak-anak bisa melakukan filterisasi konten dalam penggunaan smartphone atau ponsel pintar serta menggunakan internet untuk berbagai hal yang positif.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Sigit Wijatmoko menyebutkan pihaknya berharap agar semakin banyak pihak swasta yang mengadakan program tanggung jawab sosialnya dalam bentuk edukasi karakter dan kemampuan (soft skill) bagi masyarakat dan anak-anak.

"Kami mengapresiasi program seperti ini karena menggerakkan ekonomi masyarakat, apalagi dengan perkembangan digital ekonomi. Membuat maju masyarakat Jakarta bukan hanya tugas pemerintah, tetapi bisa berkolaborasi dengan pihak swasta dan stakeholder terkait dalam mewujudkan hal tersebut," tutur Sigit didampingi Camat Penjaringan M Andri, dan Lurah Kamal Muara Helwin Ginting.

Pemkot Jakarta Utara terus mendukung berbagai program yang mendukung masyarakat marginal. Khususnya dalam persoalan banyaknya ijazah murid pelajar dari keluarga tidak mampu yang bersekolah di swasta di Jakarta Utara yang ditahan oleh pihak sekolah.

"Setidaknya ada 60 ijazah anak-anak dari kelompok marginal di Jakarta Utara yang bersekolah di swasta masih ditahan dan kami harap ada peran aktif dari pemerintah," ujar Ketua GMBI Jakarta Utara, Sigit Priyatna Putra dalam kesempatan terpisah.

Sigit menyebutkan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan DKI Jakarta perihal masih ada pelajar dari keluarga ekonomi tidak mampu yang tertahan ijazahnya agar bisa diberikan berbagai kemudahan dan keringanan.

"Kesempatan atau peluang tidak hanya dari pendidikan formal saja tapi juga dari berbagai pelatihan untuk mendukung kreativitas dan daya dukung ekonomi mereka," tandas Sigit.



Sumber: BeritaSatu.com