Pegawai Lapas DKI Jalani Tes Urine

Pegawai Lapas DKI Jalani Tes Urine
Ilustrasi tes urine. ( Foto: Antara )
Carlos Roy Fajarta / JAS Sabtu, 12 Oktober 2019 | 18:46 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kumham) DKI melakukan tes urine kepada seluruh pegawai lembaga pemasyarakatan di DKI Jakarta untuk mengantisipasi keterlibatan peredaran narkotika di dalam lapas. Tes urine dilakukan terhadap sekitar 2.000 pegawai pemasyarakatan yang selama ini bertugas di rutan dan lapas se-DKI.

Langkah tersebut dilakukan setelah adanya oknum sipir Lapas kelas IIB Langsa, Aceh yang ditangkap lantaran diduga terlibat peredaran narkotika.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kumham DKI, Andika Dwi Prasetyo menegaskan, pihaknya langsung mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kejadian serupa. Pihaknya pun melakukan tes urine kepada seluruh pegawai.

"Bukan hanya sipir yang kami minta tes urine, kalapas, karutan hingga pejabat lainnya juga kami periksa," kata Andika, di Jakarta, Sabtu (12/10/2019).

Dari pemeriksaan yang dilakukan, Kanwil Kumham DKI Jakarta ingin memastikan seluruh pegawainya bebas dari narkotika. Tes urine itu sendiri digelar untuk yang kesekian kalinya, dan dilakukan agar pihaknya tidak kecolongan.

"Kemenkumham konsisten akan komitmen anti narkoba dan akan memerangi narkoba di lingkungan lapas, rutan, di DKI," ucap Andika.

Dikatakan Andika, dengan melibatkan petugas dari BNNP DKI, pihaknya melakukan tes urine kepada 2.000 pegawai lapas yang ada di jajarannya. Semua yang menjalani tes itu bertugas di rutan dan lapas di seluruh wilayah Jakarta. "Bila ada yang positif, langsung kami serahkan ke BNNP untuk ditindaklanjuti," ujarnya.

Bila ditemukan positif, kata Andika, pihaknya bukan hanya menyerahkan ke BNNP, namun selanjutnya akan didalami. Sangsi pemecatan pun akan langsung diberikan bila ditemukan indikasi kuat sebagai pemakai.

Sejauh ini, Kanwil Kumham DKI juga telah bekerja sama dengan BNN dan Polri untuk memberantas narkotika. Pimpinan kementerian hukum dan HAM juga sudah sangat tegas menyatakan tidak akan main-main dalam menangani pegawai yang terlibat narkoba.



Sumber: Suara Pembaruan