Masyarakat Masih Enggan Manfaatkan Jalur Khusus Sepeda

Masyarakat Masih Enggan Manfaatkan Jalur Khusus Sepeda
Fasilitas parkir sepeda yang disediakan salah satu pengelola gedung di Jalan Jenderal Sudirman masih sepi peminat. ( Foto: Antara / Agus Saeful Imam )
/ YUD Sabtu, 12 Oktober 2019 | 21:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat yang ditemui di sekitar perkantoran Sudirman-Thamrin masih enggan memanfaatkan jalur khusus dan parkir sepeda yang disediakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Sudah ada fasilitas jalur bersepeda, namun yang parkir di kantor kebanyakan masih sepeda motor," kata Dwi, supervisor parkir di salah satu perusahaan swasta di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Sabtu (12/10/2019).

Pengelola gedung juga sudah menyediakan fasilitas parkir bagi pengguna sepeda yang juga nyaman. "Namun yang parkir paling banyak lima sepeda saja," ujar dia.

Hal senada juga dikemukakan Erwin yang berprofesi sebagai petugas pengamanan di salah satu gedung yang mengatakan hampir 80 persen karyawan menggunakan sepeda motor ke kantor. Sedangkan sisanya menggunakan angkutan umum dan mobil pribadi.

“Fasilitas parkir sama locker (ruang penyimpanan) bagi pengguna sepeda sudah ada, tapi ya itu yang pakai sepeda masih sedikit," ujar Erwin.

Erwin memperkirakan, masih sedikit yang ke kantor menggunakan sepeda mungkin karena dinilai lebih ribet (repot).

“Kalau mau masuk kantor harus ganti baju dulu, apalagi kalau keringetan harus mandi dulu. Jadinya ribet aja,” katanya.

Selain Erwin, ada Herman yang berangkat kerja dari Tangerang dan merasa berat kalau harus meng-gowes sepeda.

“Jauh, saya kan berangkat kerja dari Kota Tangerang, kalau naik sepeda harus berangkat jam berapa,” ujar Herman.

Padahal untuk mendukung pesepeda, sejumlah moda transportasi umum telah mengizinkan sepeda masuk ke dalam kabin. Namun syaratnya harus dapat dilipat agar tidak memakan ruang.

"Boleh bawa sepeda lipat dan skuter lipat ke dalam MRT," kata Helmi, salah satu petugas keamanan di Stasiun MRT saat diwawancara di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan.

Dia mengatakan, semua jenis sepeda lipat dan skuter lipat boleh dibawa masuk ke dalam stasiun dan dibawa naik MRT asal dengan kondisi terlipat.

Menurut dia, lumayan banyak masyarakat yang membawa sepeda ke dalam MRT. Pada hari kerja bisa mencapai 10 orang perharinya. "Dan akan lebih banyak lagi pada hari minggu," katanya.

MRT juga menyediakan tempat parkir khusus sepeda di stasiun yang berada di jalan layang seperti Stasiun Lebak Bulus.

Tidak hanya itu, Transjakarta juga mengizinkan penggunanya untuk membawa sepeda lipat.

"Peminatnya banyak tapi syaratnya sepeda itu harus bisa dilipat," kata Mulyana, seorang petugas Transjakarta.



Sumber: ANTARA