Depok Berharap Dilintasi LRT

Depok Berharap Dilintasi LRT
Prosesi pengangkatan kereta pertama Light Rail Transit (LRT) Jabodebek di pitstop Stasiun Harjamukti, Cibubur, Minggu, 13 Oktober 2019. ( Foto: SP/Joanito De Saojoao )
Bhakti Hariani / FMB Kamis, 17 Oktober 2019 | 11:18 WIB

Depok, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Depok berharap angkutan massal light rapid transit (LRT) bisa melintas di wilayah Kota Depok. Saat ini stasiun LRT sudah berada di perbatasan Cibubur dan Harjamukti yang masuk ke wilayah Depok

Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Depok Hardiono menuturkan, Pemkot Depok sudah pernah mengajukan permohonan dan kajian untuk LRT agar dapat melintasi wilayah Depok. Jika melintasi Depok, LRT diharapkan bisa melintas di Jalan Juanda kemudian berlanjut ke Pondok Cina, kemudian lanjut ke Terminal Terpadu di apartemen Metro Stater yang berlokasi di Jalan Margonda Raya tepatnya di bekas terminal lama di sebelah ITC Depok. Dari titik tersebut bisa kembali lagi ke ruas LRT Cibubur.

"Sudah pernah kami ajukan bersama dengan kajian dan gambarnya kepada Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) tapi sampai sekarang belum ada pembicaraan lebih lanjut lagi," ujar Hardono, Kamis (17/10/2019) ketika dihubungi SP.

Lebih lanjut dikatakan Hardiono, saat ini, BPTJ masih berfokus menuntaskan pembangunan jalur LRT yang tengah menjadi prioritas. Pemkot Depok sendiri seandainya jalur LRT bisa melintasi Depok maka Pemkot Depok tidak turut menyumbang dana untuk pembangunan jalur atau pembebasan lahan.

"Murni dari pemerintah pusat lah. Kan yang punya uang juga mereka. Pemkot Depok mah nggak ada uangnya," kata Hardiono.

Sementara itu, Kepala BPTJ Bambang Prihartono ketika dihubungi SP mengatakan belum menerima pengajuan rencana dan gambar yang diajukan oleh Pemerintah Kota Depok kepada BPTJ perihal LRT yang diharapkan melintas di Depok.

Diungkap Bambang, rencana Depok dilintasi LRT sudah terpikirkan untuk sampai ke sana namun belum akan terwujud dalam waktu dekat ini. Pasalnya LRT masih menyelesaikan pembangunan jalur yang saat ini menjadi prioritas, termasuk yang melintas ke Bogor.

"Nantinya mungkin bisa ada. Bisa masuk koridor selatan. Rencana ada tetapi tidak dalam waktu dekat ini. Kami fokus bangun yang sudah ada saat ini dulu," tutur Bambang.

Perihal rute-rute mana yang nantinya akan dilintasi LRT, Bambang juga mengaku belum bisa menetapkan jalur perlintasannya. Apakah melalui Juanda kemudian Pondok Cina atau bagaimana detailnya.

"LRT melintas di Depok baru rencana saja. Saat ini Pemkot Depok masih fokus untuk berbenah terkait rekayasa lalu lintas," pungkas Bambang.

Rencana jaringan LRT Jabodebek 82,93 kilometer, terbagi dua fase pembangunan. Fase pertama sepanjang 44,43 kilometer dengan 19 stasiun, terbagi dalam tiga lintas pelayanan, yaitu lintas pelayanan 1 antara Cawang-Harjamukti (Cibubur) 14,89 kilometer dengan empat stasiun, lintas pelayanan 2 antara Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 11,05 kilometer dengan sembilan stasiun dan lintas pelayanan 3 antara Cawang-Jatimulya (Bekasi Timur) 18,49 kilometer dengan enam stasiun.

Sedangkan fase kedua sepanjang 38,5 kilometer terbagi tiga lintas pelayanan. Lintas Palmerah-Senayan 7,8 kilometer, lintas Cibubur-Bogor 25,0 kilometer dan lintas Palmerah-Grogol 5,7 kilometer.

Stasiun Cawang merupakan pertemuan dari tiga lintas pelayanan. Stasiun Halim akan terhubung dengan layanan Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Fase pertama direncanakan selesai dan bisa beroperasi sebelum berakhir tahun 2021. Semula ditargetkan tahun 2019 sudah bisa beroperasi.

Sepanjang jaringan LRT Jabodebek fase 1 terdapat 10 long span. Dua long span di lintas pelayanan 1, yaitu JORR dan Cililitan, tiga long span di lintas pelayanan 2, yakni Kali Besar, Cikunir, dan Halim. Sedangkan di lintas pelayanan 3 terdapat long span yang berlokasi di Cawang, Ciliwung, Cikoko, Kuningan dan Sudirman. 



Sumber: Suara Pembaruan