ISPS Code Jamin Keamanan Pelabuhan Tanjung Priok

ISPS Code Jamin Keamanan Pelabuhan Tanjung Priok
Ratusan personel gabungan TNI, Polres Pelabuhan Tanjung Priok dan pemangku kepentingan terkait di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok mengikuti apel siaga komite keamanan di dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Kamis (17/10/2019) pagi. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / JAS Kamis, 17 Oktober 2019 | 12:30 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan bersama seluruh jajaran pemangku kepentingan terkait di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta Utara mengadakan apel siaga komite keamanan Pelabuhan Tanjung Priok, Kamis (17/10/2019).

Apel yang diikuti oleh ratusan personel gabungan di Dermaga JICT II tersebut dilaksanakan untuk memastikan keamanan dan operasional Pelabuhan Tanjung Priok tetap berjalan normal dan kondusif sesuai International Ship and Port Security (ISPS) Code.

Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, Agus Purnomo menyebutkan ISPS Code adalah standar International Maritime Organization (IMO) yakni langkah-langkah dalam menanggulangi terorisme, keamanan, serta polusi baik di kapal yang tengah berlayar maupun kawasan pelabuhan.

"Dengan penerapan ISPS Code ini kita harapkan kawasan pelabuhan Tanjung Priok ini semakin aman, efisien, dan efektif. Apalagi sebagai pelabuhan terbesar ini di sorot dunia internasional kita harapkan ini juga dapat menambah masuknya shipping line sehingga berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi dan ekspor juga semakin tinggi," ujar Agus, Kamis (17/10) pagi di Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjung Priok.

Sementara itu, Direktur Operasi Pelindo II, Prasetyadi menyebutkan pihaknya berupaya melengkapi fasilitas dan regulasi yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok agar sesuai dengan yang ditetapkan oleh IMO.

"Pelabuhan ini harus memenuhi standar keamanan yang lengkap baik di dalam terminal maupun di luar terminal berkoordinasi dengan TNI dan Polisi," ujar Prasetyadi.

Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat pihak Pelabuhan Tanjung Priok juga akan menerapkan Truck Identity Data (TID). Jika TID diterapkan hanya truk dan supir yang terdata yang bisa memasuki kawasan pelabuhan dan di lini dua dalam pelabuhan juga sudah terpasang gerbang untuk sterilisasi.

"Saat ini sudah ada sekitar 25.000 truk yang sudah teregister TID ini dan akan terus kita perluas untuk meningkatkan standar keamanan Pelabuhan lebih baik lagi," ungkap Prasetyadi.



Sumber: Suara Pembaruan