Anies Tegaskan Tak Lagi Beli Bus Tiongkok

Anies Tegaskan Tak Lagi Beli Bus Tiongkok
Bus Transjakarta. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Lenny Tristia Tambun / MPA Kamis, 17 Oktober 2019 | 16:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI tidak lagi membeli bus produk Zhongtong yang berasal dari Tiongkok.

“Coba tanya ke Pak Dirut (Transjakarta) ya. Karena, kalau Pemprov DKI itu sudah tidak lagi membeli bus,” kata Anies Baswedan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (17/10/2019).

Justru pengadaan bus yang beroperasi di koridor Transjakarta dilakukan oleh operator bus yang bermitra dengan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Dengan begitu, Pemprov DKI hanya membeli jasa pelayanan dari operator bus tersebut.

“Jadi Pemprov DKI itu, membeli jasa (operator). Jasanya yang dibayar,” ujar Anies Baswedan.

Namun bukan berarti, pengadaan bus yang dilakukan operator tidak diawasi oleh Pemprov DKI. Tidak hanya itu, pelayanan armada bus Transjakarta baik yang dimiliki oleh operator maupun PT Transjakarta harus menaati standar pelayanan maksimal (SPM) transportasi publik yang telah ditetapkan.

“Kemudian Pemprov DKI menentukan SPM. Jadi selebihnya tanggung jawabnya dengan pengelola bus,” terang Anies Baswedan.

Dalam pengoperasian bus Zhongtong yang dibeli oleh operator bus, menurut Anies Baswedan, mereka terikat dengan kontrak kerja sama dengan PT Transjakarta. Di dalam kontrak kerja samanya ada aturan yang mengutamakan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang bus.

“Pasti ada kontrak kerja samanya. Di dalam kontrak itu, ada aturannya,” jelas Anies Baswedan.

Terkait kemunculan kembali Bus Zhongtong, Kepala Divisi Sekretraris Korporasi dan Humas PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Nadia Diposanjoyo mengatakan, bus-bus tersebut bukan didatangkan pada tahun ini.

Sebelumnya, pada tahun 2015 sebanyak 30 unit bus Transjakarta merek Zhongthong dihentikan sementara pengoperasiannya. Hal itu dipicu terbakarnya salah satu unit bus merek yang sama di koridor 9 pada Minggu 8 Maret 2015.

Kemudian, tahun ini, terlihat bus gandeng Transjakarta merek Zhongtong asal Tiongkok sudah mulai beroperasi di sejumlah rute. Salah satunya di koridor satu rute Blok M-Kota. Bus Zhong Tong tersebut milik operator bus Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD).

Lalu pada Minggu (13/10/2019), Bus Zhongtong yang beroperasi dari Dukuh Atas menuju Bank Indonesia, mengalami mogok di sekitar kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Seperti diketahui, pada tahun 2013, dilaksanakan lelang oleh PT Transjakarta yang menyatakan bahwa PPD menang lelang dan berkontrak dengan APM (Agen Pemegang Merk) Zhongtong untuk pengadaan busnya.

Karena terlambat, Perum PPD dikenai denda sebesar Rp 26,8 miliar. Dari denda tersebut, telah dibayarkan sejumlah Rp 15 miliar. Sisa pembayaran kewajiban tersebut dibayarkan dari tagihan operasional selama enam bulan.

Setelah melalui proses produksi tahun 2016, Perum PPD telah memenuhi kewajiban untuk mendatangkan 59 unit bus gandeng. Pengoperasian bus tersebut dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama Perum PPD mengoperasikan sebanyak 21 bus gandeng, untuk tahap selanjutnya menyusul setelah proses evaluasi dari TransJakarta selesai.



Sumber: BeritaSatu.com