DKI Masih Bahas Kenaikan UMP DKI 2020

DKI Masih Bahas Kenaikan UMP DKI 2020
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi DKI Jakarta, Andri Yansyah, menyerahkan secara simbolis Kartu Pekerja kepada pekerja Jakarta, beberapa waktu lalu. ( Foto: Biro Humas DKI Jakarta )
Lenny Tristia Tambun / MPA Jumat, 18 Oktober 2019 | 18:11 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI, Andri Yansyah mengatakan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI tahun 2020 masih dibahas di tingkat Dewan Pengupahan DKI.

Meski saat ini sudah dikeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

Dengan SE ini, diprediksikan kenaikan UMP DKI 2020 sebesar Rp 4,2 juta per bulan atau naik sebesar 8,51% dibandingkan UMP DKI 2019 sebesar Rp 3,9 juta per bulan.

“Mekanismenya akan tetap melalui proses sidang akhir Dewan Pengupahan DKI. Ya nanti, di dalam rapat Dewan Pengupahan, kita akan mendengarkan berbagai usulan dari serikat pekerja, asosiasi pengusaha dan pemerintah seperti apa,” kata Andri Yansyah ketika dihubungi wartawan, Jumat (18/10/2019).

Kemudian dari masukan dari tiga unsur Dewan Pengupahan tersebut akan dirumuskan menjadi sebuah rujukan atau rekomendasi kepada Gubernur DKI untuk mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) tentang kenaikan UMP DKI 2020.

“Tidak hanya masukan dari tiga unsur di dewan pengupahan saja. Tetapi juga memperhatikan besaran Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2019 yang sudah kita lakukan surveinya. Nanti semuanya itu akan menjadi rekomendasi bagi Gubernur DKI. Yang insya Allah tanggal 1 November 2019 serentak diumumkan seluruh Gubernur se Indonesia,” ungkap Andri Yansyah.

Dengan kata lain, lanjut mantan Kepala Dinas Perhubungan DKI ini, SE Menteri Ketenagakerjaan akan menjadi dasar atau pedoman bersama besaran harga KHL dan masukan tiga unsur Dewan Pengupahan untuk menetapkan usulan kenaikan UMP DKI 2020.

Proses pembahasan kenaikan UMP DKI 2020, menurut Andri Yansyah sudah mendekati tahap akhir. Pihaknya bersama unsur serikat pekerja dan pengusaha sudah melakukan survei KHL 2019. Hasil survei sudah dimasukkan sehinga sudah ketahuan besaran nilai KHL 2019. Hanya saja, Andri Yansyah belum mau membeberkan besaran nilai KHL 2019.

“Hasil survei KHL ini akan menjadi pedoman dalam rapat Dewan Pengupahan. Saat ini, kita sudah dua kali mengadakan rapat. Nah ketiga kalinya, rapat terakhir Dewan Pengupahan untuk menetapkan atau merekomendasikan UMP. Rapat terakhirnya tanggal 23 Oktober 2019,” terangnya.



Sumber: Suara Pembaruan