Lepas dari Ibu Kota, Jakarta Menuju Kota Bisnis Kelas Dunia

Lepas dari Ibu Kota, Jakarta Menuju Kota Bisnis Kelas Dunia
Para pembicara dan panitia diskusi panel Ibu kota Negara Pindah bertema Reposisi dan Revitalisasi Kota Jakarta Pasca Kepindahan Ibu kota Negara yang digelar Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPP Inkindo) DKI Jakarta ( Foto: Istimewa )
Hendro D Situmorang / LES Sabtu, 19 Oktober 2019 | 13:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kalimantan Timur tepatnya antara Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara telah ditetapkan pemerintah sebagai ibu kota negara. Pemerintah pusat maupun provinsi DKI Jakarta pun menyatakan, Jakarta akan dijadikan kota pusat bisnis di tengah rencana pemindahan ibukota. Jakarta bakal menjadi kota bisnis, keuangan, investasi, serta pusat perdagangan berskala regional maupun global.

Menanggapi rencana ini, Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (DPP Inkindo) DKI Jakarta menggelar diskusi panel bertema Reposisi dan Revitalisasi Kota Jakarta Pasca Kepindahan Ibu kota Negara. Imam Hartawan sebagai Ketua Inkindo DKI Jakarta menjelaskan, pihaknya berkomitmen memberikan hasil kajian, ide, maupun gagasan untuk mewujudkan Jakarta menjadi kota bisnis impian yang diharapkan pemerintah.

"Inkindo juga harus memegang peran penting dalam kondisi ini, lagi pula ini juga hajatan besar negara. Pemerintah Indonesia punya posisi yang sangat strategis untuk sinergi dengan kami," jelas Imam Hartawan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (19/10/2019).

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Diana Dewi mengatakan perpindahan ibu kota negara menjadi peluang besar bagi pengusaha mengembangkan bisnisnya di Jakarta. DKI Jakarta diyakini akan menjadi kota bisnis baru kelas dunia, meski nantinya tidak lagi menjadi ibu kota negara. Jakarta diyakini akan tetap memegang peranan penting sebagai pusat ekonomi Indonesia bahkan internasional.

"Untuk itu, Jakarta kedepan harus menjadi kota bisnis lebih berkelas dunia yang akan menarik bagi investor dan pengusaha asing untuk berbisnis di Jakarta. Kuncinya ada di Pemprov DKI Jakarta bersama dunia usaha mereposisi Kota Jakarta dalam rangka mengawal perpindahan ibu kota negara," jelas Diana

Akademisi sekaligus pengamat kebijakan publik, Andrinof Chaniago menjelaskan perpindahan ibu kota negara menjadi peluang besar yang terbuka lebar bagi DKI Jakarta untuk mengembangkan kawasan bisnis dan jenis-jenisnya menjadi naik kelas. Hal itu dikarenakan konsumen di Jakarta memiliki daya beli yang tinggi.

"Beralihnya status Jakarta dari ibu kota negara menjadi kota bisnis, tentu area berkelas itu bisa diperluas. Salah satu aset yang mahal itu adalah area atau lokasi. Kalau lahan-lahan di Jakarta itu difungsikan secara matang, maka hasilnya akan maksimal. Prospek Jakarta jadi kota bisnis sangat cerah karena yang lepas itu hanya status saja, tak ada yang dirugikan, justru diuntungkan," ungkapnya.

Ia menilai pembenahan Jakarta pascapemindahan ibu kota tetap perlu dilakukan. Hal itu merupakan misi menata ruang dan bangunan guna menghadirkan kota baru kelas dunia dari aspek tata ruang maupun pelayanan publik. Selain itu memulihkan keseimbangan ekosistem di Jawa dan Jabodetabek. 



Sumber: Suara Pembaruan