Warga Depok Resah karena Pelaku Eksibisionis

Warga Depok Resah karena Pelaku Eksibisionis
Beritasatu.com ( Foto: Beritasatu.com )
Bhakti Hariani / WBP Sabtu, 19 Oktober 2019 | 14:26 WIB

Depok Beritasatu.com - Selama satu pekan terakhir, perempuan di Depok diresahkan dengan aksi eksibisionis (memamarkean alat kelamin) oleh pria tak dikenal. Mereka melakukan aksi di jalanan dan angkutan umum.

Tercatat ada dua kejadian eksibisionisme di hadapan wanita di ruang terbuka. Hal ini diungkapkan seorang wanita berinisial BD yang meminta namanya dirahasiakan dalam akun Instagram @depok24jam.

Diungkap BD, ketika itu, Rabu (16/10/2019), dia sedang berdiri di pinggir Jalan Juanda, saat menunggu bus di halte Jalan Juanda. Lalu ada seorang pria menggunakan sepeda motor Honda Beat memanggil dirinya. Lantas BD menghampiri orang tersebut, lantaran mengira orang itu butuh bantuan. Ternyata orang itu memamerkan alat kelaminnya di hadapan BD.

"Saya kaget sekali. Saya samperin karena dia manggil "Mbak-mbak". Saya kira dia mau nanya alamat mungkin kesasar atau bagaimana tapi malah memamerkan alat vitalnya. Sungguh mengerikan," kata BD dalam akun Instagram @depok24jam.

BD juga menyertakan foto pelaku memakai helm dan motor Honda Beat warna merah. Kemudian BD membagikannya di akun Instagram@depok24jam.

Hal serupa dialami perempuan lain pada Kamis (17/10/2019) di angkot D03 jurusan Terminal Depok-Parung. Saat berada di Jalan Raya Sawangan, dia duduk berhadapan dengan seorang laki-laki. Tiba-tiba pria tersebut mengeluarkan kelaminnya sambil membuka kakinya lebar-lebar.

"Awalnya saya nggak sadar karena selama di angkot saya asyik main ponsel. Tapi karena dia duduk tepat di depan dan saat saya mematikan ponsel saya melihat dia sedang mengeluarkan penisnya," kata wanita tersebut.

Dia kemudian memilih turun dari angkot dengan tubuh gemetar. Namun sebelum itu, dia juga sudah sempat memotret pelaku eksibisionisme tersebut. "Serem banget. Nggak tau niatnya apa. Mending saya turun saja," kata dia.

Fenomena maraknya pelaku eksibisionisme di Depok ini meresahkan. Mereka meminta aparat kepolisian membekuk para pria yang gemar memamerkan penisnya di hadapan umum.

Kegelisahan dirasakan juga warga Kecamatan Sukmajaya, Damia Achmad. Sebagai seorang wanita yang memiliki anak balita perempuan, dia khawatir pelaku eksibisionime menyasar anak di bawah umur.

"Parah sih ini. Sudah dua kali dalam sepekan terakhir. Pak polisi tolong orang kayak gini diringkus saja. Iya awalnya eksibisionime, saja tapi bukan tidak mungkin bisa berkembang menjadi lebih berbahaya," ujar wanita yang berprofesi sebagai konsultan hukum ini.

Menyikapi keresahan warga atas maraknya perilaku eksibisionime ini, Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, aksi pelaku tidak hanya membuat warga resah, tetapi mengganggu kenyamanan warga.

"Segala perbuatan tersebut adalah menyimpang dan asusila, karena masuk kategori pelecehan seksual yang melanggar hukum, baik agama dan negara, pelakunya bisa dikenakan sanksi pidana karena (terjadi) di ruang publik dan melanggar hak asasi manusia dalam memperoleh keamanan diri dan kenyamanan hidup," ujar Mohammad Idris di Depok, Jawa Barat, Sabtu (19/10/2019).

Idris menyerahkan kasus itu kepada aparat kepolisian. Sementara korban diharapkan melapor ke polisi agar bisa diusut tuntas.

"Kami akan bahas segera secara kolaboratif dengan pemangku kepentingan lainnya seperti aparat kepolisian. Kalau ada korban yang mengalami maka segera melapor kepada pihak yang berwenang agar bisa segera diringkus," tutur Mohammad Idris.

Perihal keamanan di ruang publik, Idris menyebut pihaknya akan memperbanyak titik CCTV. "Program memperbanyak CCTV ini sudah direncanakan, tapi baru bisa tahun 2020 dan 2021 dilaksanakannya. Belum ditentukan titiknya dimana-dimana saja. Nanti kami akan berkoordinasi dengan Polresta Depok dan Kodim 0508 Depok," kata Mohammad Idris.

Sementara Kapolresta Depok AKBP Aziz Andriansyah mengatakan aparat kepolisian sudah turun tangan mencari pelaku eksibisionisme tersebut. "Pelakunya masih terus kami cari," singkat Aziz saat dikonfirmasi.



Sumber: Suara Pembaruan