Gelar Operasi Zebra Jaya, Polisi Incar Pengemudi Tak Memiliki SIM

Gelar Operasi Zebra Jaya, Polisi Incar Pengemudi Tak Memiliki SIM
Ilustrasi Operasi Zebra. ( Foto: Antara )
Bayu Marhaenjati / CAH Senin, 21 Oktober 2019 | 14:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, berencana menggelar Operasi Zebra Jaya, tanggal 23 Oktober sampai dengan 5 November 2019 mendatang. Salah satu pelanggaran yang menjadi sasaran razia adalah pengemudi yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Operasi Zebra Jaya 2019 dilaksanakan tanggal 23 Oktober sampai dengan 5 November. Kegiatan ini bersifat terbuka dalam bentuk operasi," ujar Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M Nasir, Senin (21/10/2019).

Dikatakan Nasir, maksud dan tujuan Operasi Zebra Jaya adalah terwujudnya situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar pada lokasi rawan kecelakaan, pelanggaran dan kemacetan dalam rangka cipta kondisi Kamseltibcar Lantas serta untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

"Kemudian, meningkatnya ketertiban dan kepatuhan serta disiplin masyarakat dalam berlalu lintas," ungkapnya.

Nasir menyampaikan, target operasi yakni, pengendara bermotor yang tidak memiliki SIM, kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi STNK, melawan arus, tidak menggunakan helm SNI, tidak pakai sabuk pengaman, menggunakan handphone, pengemudi di bawah umur, berboncengan lebih dari dua orang, kendaraan tidak laik jalan, kelengkapan kendaraan, berkendara di bawah pengaruh alkohol, dan kendaraan yang memasang rotator atau sirine.

"Target operasi yang menjadi skala prioritas adalah pengendara bermotor yang tidak memiliki SIM (pelanggaran Pasal 281), kendaraan bermotor yang tidak dilengkapi dengan STNK (Pasal 288) dan melawan arus (Pasal 287)," kata Nasir.

Menurut Nasir, sebanyak 2.380 personel gabungan Polri, TNI, Dishub DKI Jakarta, dan Satpol PP DKI Jakarta dilibatkan dalam pelaksanaan operasi. "Cara bertindak preemtif, preventif dan represif," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com