1.064 Calon Kepala Desa di Kabupaten Bogor Gelar Deklarasi Damai

1.064 Calon Kepala Desa di Kabupaten Bogor Gelar Deklarasi Damai
Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar Minggu (3/11/2019). Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Deklarasi Damai, Selasa , 22 Oktober 2019. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Selasa, 22 Oktober 2019 | 19:01 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar Minggu (3/11/2019). Pemerintah Kabupaten Bogor menggelar Deklarasi Damai, Selasa (22/10/2019). Deklarasai damai tersebut sebagai wujud komitmen bersama untuk menyukseskan pesta demokrasi tingkat desa.

Sebanyak 1.064 calon Kepala Desa (cakades) di Kabupaten Bogor mendeklarasikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) damai disaksikan langsung oleh Bupati Bogor Ade Yasin beserta jajaran Muspida di Gedung Tegar Beriman.

Ade yasin meminta cakades, masyarakat, dan para pendukung untuk menahan diri tidak mudah terprovokasi yang menyebabkan terjadinya gesekan.

“Momentum ini untuk membuktikan adanya persatuan dan kesatuan, serta semangat kebersamaan dalam mewujudkan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa yang damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan sukses tanpa ekses," kata Ade Yasin.

Dia berharap seluruh elemen masyarakat bisa berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pesta demokrasi tingkat desa ini, mulai dari unsur pemdes, BPD, LKD, Babinsa, Bhabinkamtibnas, Bindes, dan unsur masyarakat lainnya.

“Saya mengimbau jangan sampai panitia pilkades condong ke salah satu calon, harus bersikap netral, agar pelaksanaan pilkades bisa berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.

Para calon Kepala Desa yang ikut bersaing pun diwajibkan untuk mengikuti ketentuan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Memahami secara baik ketentuan dan aturan dalam pelaksanaan Pilkades serentak, sehingga semua tahapan yang dilalui berada dalam koridor.

Ade Yasin lebih lanjut juga ingin seluruh masyarakat Kabupaten Bogor berpartisipasi menggunakan hak pilihnya pada pemilihan Kepala Desa di daerahnya masing-masing dalam rangka peningkatan pembangunan demokrasi.



Sumber: BeritaSatu.com