DKI dan Apjatel Sepakat Turunkan Kabel Udara di Kawasan Revitalisasi Trotoar

DKI dan Apjatel Sepakat Turunkan Kabel Udara di Kawasan Revitalisasi Trotoar
Instalasi kabel tumpang tindih. ( Foto: Antara / Yulius Satria Wijaya )
Lenny Tristia Tambun / CAH Rabu, 23 Oktober 2019 | 11:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Akhirnya, setelah dimediasi oleh Ombudsman Perwakilan Jakarta Raya, polemik penebangan jaringan kabel udara di kawasan revitalisasi trotoar selesai. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan Asosiasi Penyelenggaran Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) sepakat tidak ada lagi jaringan kabel di udara.

Kepala Dinas Bina Marga DKI, Hari Nugroho mengatakan pihaknya sudah dipanggil Ombudsman untuk memberikan keterangan mengenai penebangan jaringan kabel di udara yang berada kawasan revitalisasi trotoar.

“Kami sudah dipanggil Ombudsman. Kami sudah jelaskan. Penebangan jaringan kabel telekomunikasi di udara sudah sesuai dengan aturan yang ada. Bahwa jaringan kabel di udara tidak diperbolehkan lagi ada di Jakarta. Jadi harus turun ke bawah, ke dalam trotoar,” kata Hari Nugroho, Rabu (23/10/2019).

Berdasarkan keterangan tersebut, Apjatel pun memahami dan sepakat akan menurunkan jaringan kabelnya yang masih di atas, ke dalam ducting (kotak) yang berada di bawah trotoar. Namun, karena jaringan kabel di udara masih cukup banyak, Apjatel meminta penurunan jaringan kabel dapat dilakukan secara bertahap.

“Apjatel minta bertahap. Memang tidak mudah untuk menurunkan kabel udara di atas ini. Memang sudah semrawut. Menata itu tidak mudah diabndingkan membangun yang baru. Jadi yang ada di atas harus diturunkan sekalian kita melaksanakan proyek trotoar kita,” terang Hari Nugroho.

Hingga saat ini, masih ada 27 titik dari 81 jaringan kabel telekomunikasi di udara yang belum diturunkan ke ducting di bawah trotoar. Apjatel meminta waktu sampai akhir Desember.

“Itu memang 81 titik harus selesai sampai Desember 2019. Ini pun baru kami hitung waktunya. Jadi yang sudah dikerjakan sekitar 65 persen. Waktu tinggal dua bulan lagi. Tidak mudah memang. Karena merelokasi kabel yang di atas perlu investasi cukup besar. Tetapi yang namanya aturan tetap harus di tegaskan. Jadi harus tetap turun,” papar Hari Nughoro.

Dan diharapkan, pada tahun 2020, sudah tidak ada lagi jaringan kabel telekomunikasi yang berada diatas. Karena semuanya sudah diturunkan ke bawah trotoar atau dalam ducting yang ditanam di bawah tanah.

“Nanti 2020, kalau ingin melaksanakan revitalisasi trotoar di MT Haryono, Gatot Suboro, Rasuna Said, akan kita pastikan sebelum membangun trotoar, kita masukkan dulu kabelnya ke ducting sistem. Jaringan kabel di relokasi ke bawah, baru kita bangun trotoarnya,” jelas Hari Nugroho.

 



Sumber: BeritaSatu.com