Polres Bogor Bongkar Perdagangan Perempuan Muda

Polres Bogor Bongkar Perdagangan Perempuan Muda
Para pelaku perdagangan orang modus prostitusi diamankan di Mapolres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu, 23 Oktober 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Vento Saudale )
Vento Saudale / CAH Kamis, 24 Oktober 2019 | 08:24 WIB

Bogor, Beritasatu.com - Polres Bogor membongkar jaringan perdagangan orang (trafficking) modus prostitusi di Kabupaten Bogor. Rata-rata pelaku memperdagangkan perempuan dengan usia muda atau gadis.

Kapolres Bogor, Ajun Komisaris Besar M Joni dalam keterangannya di Mapolres Bogor, Rabu (23/10/2019) menuturkan, pengungkapan kasus bermula ketika Satreskrim Polres Bogor menggerebek lokasi transaksi di sebuah hotel di kawasan Sentul pada Selasa (15/10/2019).

Dari lokasi itu, polisi mengamankan tiga orang. Satu orang perempuan berinisial Y (28) dan GG (29). Dua orang ini, lanjut Joni, berperan sebagai perantara atau muncikari. Sedangkan seorang perempuan berinisial KO yang menjadi korban perdagangan orang.

“Dalam kasus ini dua orang Y dan GG berprofesi sebagai muncikari sebagai tersangka,” kata Joni.

Adapun, modus kedua pelaku Y dan GG itu menjual seorang gadis kepada salah satu pelanggan yang berminat. Kedua muncikari ini menjajakan perempuan muda melalui jejaring media sosial.

"Setelah mendapat pelanggan. Dua pelaku akan meminta uang Rp 3 juta, dari kesepakatan seorang perempuan muda untuk sekali kencan," jelasnya.

Berdasarkan, pemeriksaan dua pelaku ini kerap memperdagangkan perempuan berusia muda yang berdomisili di wilayah Jabodetabek. Hasil penelusuran polisi menemukan 25 perempuan yang pernah menjadi korban.

"Keterangan pelaku, mereka menjalankan aksinya lebih dari setahun. Korbannya tidak hanya orang Kabupaten Bogor, karena mereka jaringan lintas provinsi," tegasnya.

Untuk kedua tersangka akan dijerat Undang-undang no 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.



Sumber: BeritaSatu.com