Dukung Kendaraan Listrik, DKI dan PLN Tambah Charging Station

Dukung Kendaraan Listrik, DKI dan PLN Tambah Charging Station
Sekda DKI Saefullah memberikan keterangan terkait pelaksanaan Karnaval Jakarta Langit Biru di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (25/10/2019) ( Foto: Beritasatu Photo / Lenny Tristia Tambun )
Lenny Tristia Tambun / FER Jumat, 25 Oktober 2019 | 17:53 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk mengkampanyekan penggunaan kendaraan bermotor listrik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) akan membangun banyak charging station di Jakarta.

Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan bila kampanye penggunaan kendaraan bermotor listrik sukses di DKI Jakarta, maka perlu disediakan charging station sebanyak mungkin.

"Sewaktu kita mencoba jalur sepeda dengan Pak Gubernur, sudah terlihat ruang yang memungkinkan untuk dibangunkan charging station. Seperti di jalan Thamrin dan Sudirman,” kata Saefullah di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Sementara itu, General Manajer PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), Ikhsan Asaad mengatakan saat ini sebanyak 1.900 stasiun pengisian listrik umum (SPLU) sudah disediakan PLN di DKI Jakarta.

"Itu bisa digunakan motor, sepeda dan skuter listrik. Serta memudahkan pedagang UMKM untuk berjualan,” kata Ikhsan Asaad.

Tidak berhenti disitu, pada tanggal 29 Oktober 2019, PT PLN akan meluncurkan ulta fast charging station. Ini merupakan stasiun pengisian listrik paling cepat di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara.

"Kapasitanya besar sekali, sampai 150 kilowatt. Nanti akan kita launching secara nasional di tiga kota yaitu Jakarta, Bandung dan Bali. Untuk di Jakarta, akan ada 20 ultra fast charging station di lima wilayah," tutup Ikhsan Assad.



Sumber: BeritaSatu.com