Anies Akan Upgradding Sistem e-Budgeting Era Ahok
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Anies Akan Upgradding Sistem e-Budgeting Era Ahok

Sabtu, 2 November 2019 | 11:27 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Melihat ada kekurangan sistem penganggaran elektronik (e-budgeting) yang diimplementasikan Gubernur DKI sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau dikenal Ahok, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan akan melakukan upgrading (peningkatan) sistem tersebut.

“Intinya adalah kalau kita memiliki aplikasi, maka aplikasi itu selalu mengalami perkembangan. Jadi yang normal saja,” kata Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

Ditegaskannya, upgrading bukan mengganti sistem, melainkan meningkatkan kualitas sistem e-budgeting menjadi semakin pintar dalam memudahkan penginputan anggaran. “Bukan mengganti ya. Upgrading. Kalau mengganti kesannya meniadakan sama sekali. Upgrading saja, sehingga sistemnya smarter and smarter,” ujar Anies Baswedan.

Soal sistem e-budgeting yang diinginkan Anies Baswedan enggan menjelaskan secara detail perombakan. Namun dipastikan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas dan smart system. “Itu kita pegang,” tegas Anies Baswedan.

PDI-P Tawarkan Bantuan Sisir Anggaran, Anies Tak Merespons

Anies Baswedan hanya memberikan sedikit bocoran bahwa sistem e-budgeting tetap bisa diakses publik. Bahkan selain bisa dilihat, publik juga bisa memberikan komentar. “Kalau saat ini, publik hanya bisa melihat tapi tidak bisa memberikan komentar,” ujar Anies Baswedan.

APBD DKI Janggal, Ini Kata Kemdagri

Ia membantah pandangan upgrading sistem e-budgeting dilakukan saat adanya temuan-temuan anggaran janggal yang sudah viral di masyarakat. Menurutnya, upgrading sistem tersebut sudah dikerjakan setahun lebih, dan akan diterapkan Januari 2020. “Itu sudah dikerjakan. Artinya tidak dibikin ramai. Itu sudah dikerjakan setahun lebih. Sudah direncanakan akan dilaunching akhir tahun ini,” jelas Anies Baswedan.

Sistem e-budgeting yang baru diklaim akan dibuat lebih canggih sehingga bisa mendeteksi anggaran-anggaran janggal yang dimasukkan ke dalam sistem itu. "(Ada) faktor security data, partisipasi, termasuk faktor pengujian semua informasi," kata Anies Baswedan.

Dipastikannya sistem e-budgeting sekarang akan berbeda dengan sistem yang lama. Karena ia melihat sistem e-budgeting era BTP masih ada unsur manusianya. Sehingga kalau orang yang mengerjakan sedang malas, tidak tertib administrasi dan tidak tahu penginputan anggaran, maka ditemukan kasus-kasus seperti sekarang berulan-ulang setiap tahunnya.

“Informasinya bukan informasi yang sesungguhnya digunakan. Tapi sisi lain, ada faktor sistem. Karena perilaku seperti itu bisa dikerjakan di sistem ini. Nah sistemnya nanti bukan saja faktor ini. Termasuk faktor security data, partisipasi, termasuk faktor pengujian semua informasi. Nah nanti ketika ini diluncurkan kita akan tunjukkan secara detail,” papar Anies Baswedan.

Pemprov DKI Jakarta menggunakan sistem e-budgeting lama dalam menyusun rancangan APBD 2020. Satuan kerja perangkat daerah (SKPD) diketahui tidak serius menyusun rancangan anggaran tersebut. Berbagai pihak pun mengkritik penyusunan anggaran itu. Menanggapi hal tersebut, Anies menyalahkan sistem yang ada. Menurut Anies, kesalahan input anggaran disebabkan adanya kesalahan sistem digital. Sistem itu seharusnya bisa dilakukan dengan smart system, yakni sistem yang memiliki berbagai algoritma tertentu untuk mendeteksi anggaran yang janggal.

“Intinya begini. Kalau yang sifatnya repetitive (pengulangan), mekanistik, itu bisa dilakukan pengujiannya oleh sistem. Tapi yang sifatnya judgement itu harus dibangun artificial intelligence. Atau menggunakan manusia. Jadi nanti biar programmer yang atur,” terang Anies Baswedan.

Anies Baswedan sangat menginginkan sistem yang baru ini bisa mendeteksi anggaran yang janggal. “Kalau kemarin ada nilai Rp 82,8 miliar, itu masuk akal saja tidak bisa diterima. Atau yang saya tunjukkan tadi malam. Membeli penghapus Rp 83 miliar, sudah enggak masuk akal. Yang begitu-begitu oleh sistem seharusnya bisa ditolak. Itu penting, supaya kita bisa membedakan antara kekeliruan dan manipulasi,” ungkap Anies Baswedan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Korlantas Wacanakan STNK Berbentuk Kartu

Kartu STNK bentuk kartu akan dilengkapi chip, dinilai lebih kuat fisiknya, modernisasi dalam pencatatan dan penyimpanan data, serta memiliki fitur keamanan.

MEGAPOLITAN | 2 November 2019

15 Desa Rawan Konflik, Polres Bogor Pastikan Pilkades Aman

Selain 2.000 personel polisi, ada 3.000 personel gabungan dari TNI, Sat Pol PP, dan Linmas.

MEGAPOLITAN | 2 November 2019

Piala Dunia U-20, Pemkab Bogor Anggarkan Rp 100 Miliar

“Taman-taman dan lahan itu harus dipercantik lagi. Kita harus siap menjadi tuan rumah yang baik dan bisa memberikan fasilitas yang memadai,” tegasnya.

MEGAPOLITAN | 2 November 2019

Harga Mi Penyumbang Inflasi DKI Jakarta Oktober 2019

Kelompok makanan jadi penyumbang inflasi tertinggi sebesar 1,01 persen.

MEGAPOLITAN | 2 November 2019

Pemukiman Warga Cipinang Melayu Terendam Banjir

Diduga imbas dari penutupan saluran air di sekitar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

MEGAPOLITAN | 2 November 2019

Komisi D DPRD DKI Rekomendasikan Penyediaan Lahan Depo Truk Sampah

Tong sampah stainless bukan standar tong sampah yang dianjurkan.

MEGAPOLITAN | 1 November 2019

Polda Metro Tangkap 4 Pengedar Sabu Jaringan Malaysia-Jakarta

Pengungkapan kasus ini merupakan pengembangan dari tertangkapnya tersangka E dan AY, dengan barang bukti sabu-sabu, di Serpong, Tangsel, 8 Agustus lalu.

MEGAPOLITAN | 1 November 2019

Unggah Meme Anies Mirip Joker, Ade Armando Dilaporkan ke Polisi

Dikatakan Fahira, dirinya sempat terkejut melihat gambar Anies mirip Joker yang diunggah di akun media sosial milik Ade Armando.

MEGAPOLITAN | 1 November 2019

Perkuat Pengamanan Aset, PAM Jaya Gandeng Direktorat Pamobvit

PAM Jaya telah bekerja sama dengan Direktorat Pamobvit Polda Metro Jaya sejak tahun 2016.

MEGAPOLITAN | 1 November 2019

UMP Naik, Anies Siapkan Program Peningkatan Kesejahteraan Pekerja

Kartu Pekerja memiliki manfaat meringankan beban biaya transportasi, pangan, dan pendidikan bagi anak pekerja/buruh.

MEGAPOLITAN | 1 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS